Warga melintasi genangan air pascabanjir bandang di Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (11/11). Sebanyak dua rumah rusak berat, dua rumah rusak ringan dan ratusan jiwa di desa tersebut terdampak banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Hujan deras yang terjadi mengakibatkan Sungai Cisunggalah di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung meluap, Rabu (11/2/2026) malam. Akibatnya, puluhan rumah terendam banjir dan mengalami kerusakan ringan dan berat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Wahyudin mengatakan sebanyak 660 orang atau 310 kepala keluarga terdampak banjir. Petugas gabungan masih melakukan proses membersihkan lumpur sisa banjir.
"Tim masih di lapangan membantu proses pembersihan lumpur," ucap dia, Kamis (12/2/2026).
Ia menuturkan wilayah yang terdampak yaitu RT 01, 02 dan 03, RW 01 Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebanyak lima rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang.
Wahyudin mengatakan total korban yang dievakuasi sebanyak 18 orang terdiri dari lansia, balita, penyandang disabilitas hingga penduduk lainnya. Tim gabungan melakukan pemantauan dan pembersihan sisa banjir.
"Genangan sudah surut," kata dia.
Ia melanjutkan akses jalan utama sudah dapat dilintasi kendaraan, listrik di area terdampak sudah menyala. Namun, terdapat tumpukan rongsokan dalam karung terbawa oleh genangan air.
"Lumpur masih menggenang di jalan," ungkap dia.
Ia mengatakan kebutuhan mendesak yang diperlukan yaitu alat berat becko, truk sampah, makanan siap saji, perlengkapan mandi dan bayi serta lansia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan puncak hujan diprediksi terjadi hingga bulan Maret. Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada.

4 weeks ago
18

















































