Taiwan Genjot Turis Indonesia, Wisata Ramah Muslim Jadi Andalan

4 hours ago 3

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 14:37 WIB

Taiwan Genjot Turis Indonesia, Wisata Ramah Muslim Jadi Andalan

Ilustrasi turis asing./Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA—Taiwan memperkuat promosi pariwisata untuk membidik wisatawan Indonesia, termasuk wisatawan Muslim, menjelang momentum libur akhir tahun dan Tahun Baru. Selain wisata alam, budaya, dan kuliner, Taiwan mengandalkan fasilitas ramah Muslim, pariwisata berkelanjutan, serta pengalaman lokal untuk menarik pasar Indonesia.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia Frank Lu mengatakan Taiwan Travel Fair menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Taiwan secara lebih utuh kepada masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat hubungan kedua negara.

"Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia," kata Frank dalam keterangannya, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Taiwan Masuk 3 Besar Destinasi Non-OIC

Penguatan fasilitas untuk wisatawan Muslim menjadi bagian dari strategi Taiwan memperluas pasar pariwisatanya. Posisi Taiwan juga diperkuat oleh capaian dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating.

Taiwan menempati peringkat ketiga dunia dalam kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

Frank mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu modal Taiwan untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.

"Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim," ujarnya.

Tak Hanya Taipei, Taiwan Promosikan Alishan hingga Sun Moon Lake

Promosi Taiwan kepada wisatawan Indonesia juga diarahkan agar mereka tidak hanya berkunjung ke Taipei. Sejumlah destinasi dan pengalaman lokal diperkenalkan sebagai alternatif perjalanan.

Tujuan tersebut antara lain Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, serta berbagai pengalaman budaya lokal.

Strategi tersebut dilakukan di tengah besarnya potensi pasar wisatawan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Gaya Hidup Wisatawan Indonesia Jadi Pertimbangan

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan pendekatan promosi pariwisata Taiwan pada tahun ini disesuaikan dengan gaya hidup wisatawan. Strategi tersebut ditujukan untuk menjangkau keluarga sekaligus generasi muda.

Kuliner masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan Indonesia. Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea termasuk produk yang banyak diminati.

Namun, preferensi wisatawan Indonesia mulai bergeser dari sekadar mengunjungi destinasi terkenal menuju aktivitas yang menawarkan pengalaman lebih mendalam.

Aktivitas yang semakin diperkenalkan mencakup bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan dengan kereta api, hingga kunjungan ke tourism factory.

"Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam," ujar Abe.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|