Siswa membawa poster saat deklarasi anti bullying di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum 2 Ngembalrejo, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2024). Setidaknya ada enam tanda yang dapat menunjukkan bahwa anak mungkin menjadi korban perundungan di sekolah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perundungan, baik dalam bentuk verbal, fisik maupun mental, di lingkungan sekolah masih terus terjadi. Berdasarkan data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), setidaknya terdapat 233 kasus kekerasan di lingkungan di sekolah hanya dalam periode Januari hingga Maret 2026.
Namun demikian, anak korban perundungan kerap tidak berani terbuka tentang apa yang mereka alami. Karena itu, orang tua dinilai perlu lebih peka mengenali perubahan perilaku anak.
Dokter spesialis jiwa atau psikiater dr Gayathri K mengatakan anak yang mengalami perundungan akan selalu menunjukkan perubahan perilaku di rumah. Berikut enam tanda yang dapat menunjukkan bahwa anak mungkin menjadi korban perundungan di sekolah:
1. Keluhan fisik yang berulang
Anak mungkin sering mengeluhkan sakit kepala, sakit perut, nyeri tubuh, atau keluhan fisik lain yang tidak memiliki penyebab jelas, terutama ketika hari sekolah tiba. Keluhan ini bisa jadi merupakan manifestasi dari rasa cemas, takut, dan stres karena mengalami perundungan di sekolah.
2. Penurunan prestasi akademik
Perubahan dalam kemampuan belajar juga dapat menjadi tanda. Orang tua perlu memperhatikan jika anak mengalami penurunan nilai secara tiba-tiba, sering tidak menyelesaikan tugas sekolah, atau kehilangan minat terhadap pelajaran.
3. Perubahan perilaku
Bullying dapat menyebabkan perubahan emosi dan perilaku. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak menjadi lebih pendiam, sering menyendiri, mudah tersinggung, atau mengalami ledakan emosi yang sebelumnya jarang terjadi.

10 hours ago
6















































