Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, Rasulullah SAW telah mengingatkan umat Islam tentang munculnya penyakit wahn. Penyakit ini muncul ditandai dengan jumlah umat Islam banyak tetapi kehilangan kekuatan di hadapan musuh.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menjelaskan bahwa kondisi tersebut telah berulang dalam sejarah umat Islam, ketika kelemahan internal membuka peluang bagi berbagai bangsa untuk menyerang dan menguasai wilayah kaum Muslimin.

Tsauban Radhiyallahu anhu berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang-orang lapar menghadapi meja penuh hidangan."

"Seseorang bertanya: Apakah saat itu jumlah kami sedikit?"

"Rasulullah SAW menjawab: Bahkan saat itu jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah sungguh akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada musuh kalian, dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit wahn ke dalam hati kalian."

"Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apa itu wahn?”

"Rasulullah SAW menjawab: Cinta dunia dan takut mati." (HR Imam Abu Dawud)

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan, berita yang disampaikan Rasulullah benar-benar telah terjadi lebih dari sekali dalam lintasan sejarah kaum Muslimin. Berbagai bangsa telah berkonspirasi terhadap kaum Muslimin serta menyerang mereka di negeri-negeri mereka. Padahal sebelumnya umat Islam memiliki kemuliaan, kekuatan, dan kekokohan.

Namun, ketika Kekhilafahan Abbasiyah melemah dan para khalifah terakhirnya mulai cenderung kepada dunia berikut kesenangannya, cinta syahwat, wanita-wanita penghibur, musik, dan minum khamer, maka Allah pun menjadikan beberapa kaum semisal Tatar, Mongol, dan Turki berkuasa atas mereka, sebelum mereka masuk ke dalam Islam dan terpatrinya keimanan dalam jiwa-jiwa mereka. Lalu, mereka pun membuat kerusakan besar pada tubuh umat Islam.

Ketika tentara Tatar sampai di ibu kota kekhalifahan Abbasiyah, mereka mendapati sang khalifah lebih dekat kepada senda gurau. Mereka juga mengetahui bahwa kekhilafahan telah mulai melemah. Tatar menang bukan karena mereka kuat, akan tetapi lebih karena kelemahan Khalifah Al-Mu‘tasim Billah beserta segenap pejabatnya. Karena itu, jatuhlah Baghdad dalam genggaman mereka. Di kota Baghdad saja, jumlah korbannya mencapai satu juta Muslim.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|