Tepi Barat Memanas, Pemukim Yahudi Bunuh Empat Warga Palestina

9 hours ago 5

Kerabat warga Palestina yang syahid dalam bentrokan dengan pemukim Israel berduka di rumah sakit Nablus di kota Nablus, Tepi Barat, pada 24 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan empat warga Palestina syahid dan empat lainnya terluka dalam insiden penembakan di Tepi Barat. Hal ini ditengah erangan yang dilakukan pemukim Yahudi di Tei Barat kian menjadi-jadi. 

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa empat warga Palestina syahid dan empat lainnya terluka—tiga di antaranya dalam kondisi kritis—akibat serangan oleh pemukim Israel di kota Tell, sebelah barat daya Nablus.

Para pemukim menyerang sejumlah rumah di kota tersebut dan melepaskan tembakan peluru tajam ke arah rumah-rumah itu pada pagi hari ini.

Menurut Kementerian Kesehatan, 86 warga Palestina telah tewas di berbagai wilayah Tepi Barat sejak awal tahun ini, termasuk 21 orang yang ditembak oleh para pemukim.

Walid Zidan, Wali Kota Tell, menyerukan perlindungan internasional bagi penduduk desanya setelah insiden tembakan yang dilakukan oleh pemukim Israel—yang berkoordinasi dengan pasukan pendudukan—menewaskan sedikitnya empat warga Palestina.

"Sekitar 20 pemukim Israel menyerang desa Tell pagi ini antara pukul 07.30 dan 08.00, sebelum bergerak ke wilayah Qabala dan melanjutkan serangan mereka," kata Zidan dalam sebuah pernyataan.

"Penduduk bergegas membela pemilik rumah di wilayah tersebut. Konfrontasi verbal dengan para pemukim meningkat menjadi bentrokan fisik saat warga desa berupaya menghalau serangan itu."

Militer Israel menyatakan bahwa seorang warga Palestina melepaskan tembakan setelah merebut senjata milik seorang pemukim, "sementara keterangan lain menunjukkan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah semua orang yang berada di lokasi," ujar Zidan.

Wali kota tersebut mengatakan bahwa belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pemakaman para korban akibat pengepungan yang diberlakukan Israel di sekitar desa.

"Ada hasutan yang meluas dari para pemimpin Israel. Kami menegaskan bahwa pemukimlah yang menyerang warga Palestina, menganiaya penghuni rumah, dan merampas tanah, sehingga penduduk tidak memiliki pilihan selain membela diri."

Zidan menyerukan "perlindungan internasional bagi penduduk desa terhadap serangan-serangan yang terus berlangsung ini".

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|