Ternyata Macron Ingin komunikasi dengan Putin di Tengah Ancaman Perang Nuklir

1 month ago 22

Presiden Prancis Emmanuel Macron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dialog atau Panggung Sandiwara? Ketika Macron dan Putin Memainkan Kartu Diplomasi di Atas Puing Ukraina. Sementara Senjata Nuklir Kedua Negara Siap Habis Masa Berlaku, Peskov dan Kremlin Justru Bicara Soal "Kontak Kerja" dengan Paris.

Kremlin akhirnya angkat bicara pada Rabu, mengonfirmasi adanya kontak di tingkat kerja antara Moskow dan Paris. Pernyataan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov ini muncul menanggapi sinyal diplomatik yang dilayangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyatakan kesiapan untuk kembali berdialog langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Memang, ada kontak tertentu di tingkat kerja, tetapi kami belum dapat mengumumkan hal penting apa pun dalam hal ini," ujar Peskov kepada wartawan di Moskow, dengan nada yang tetap terjaga, seolah pertemuan itu hanya sekadar rutinitas administratif, bukan sebuah langkah signifikan di tengah kebekuan hubungan sejak invasi ke Ukraina.

Macron sendiri telah menyiapkan landasan untuk pembicaraan itu dengan cermat. Ia menegaskan bahwa persiapan teknis sedang berjalan secara transparan, dan telah dikonsultasikan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta mitra-mitra utama Prancis di Eropa.

"Penting bagi Eropa untuk benar-benar membangun kembali saluran komunikasi mereka sendiri," tegas Macron, sambil menyiratkan bahwa Eropa tidak ingin hanya menjadi penonton dalam dinamika geopolitik yang ditentukan oleh kekuatan lain. Namun, ia juga realistis: "Saya tidak percaya bahwa Rusia saat ini bersiap untuk menyimpulkan perjanjian perdamaian dalam beberapa hari atau bahkan pekan mendatang."

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|