Tinggalkan Israel Usai Perang, Negara-Negara Teluk Kecuali UEA Dilaporkan Merapat ke Turki-Iran

4 hours ago 8

KTT GCC di Mekah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Panasnya perang melawan Iran dinilai telah memperlemah prospek normalisasi hubungan lebih lanjut antara Israel dan negara-negara Arab, khususnya di kawasan Teluk, lapor surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, seperti dikutip Al Mayadeen, Sabtu (11/4/2026).

Pejabat senior Israel meyakini lintasan perang saat ini memperkecil kemungkinan perluasan kesepakatan normalisasi, setidaknya dalam jangka pendek. Laporan tersebut menyebutkan bahwa negara-negara Teluk kini cenderung memilih keterlibatan yang lebih erat dengan Iran dan Turki. Langkah tersebut didorong oleh pertimbangan keamanan dan realitas regional, bukan karena keselarasan politik.

Pergeseran ini digambarkan sebagai respons pragmatis terhadap risiko yang terungkap selama agresi baru-baru ini di Iran dan Lebanon, alih-alih sebuah penyelarasan kembali politik secara fundamental.

Risiko keamanan

Laporan Financial Times pada pekan lalu mencatat bahwa negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, merasa terseret ke dalam perang yang awalnya ingin mereka hindari. Kini, mereka harus menghadapi risiko keamanan langsung dari serangan balasan Iran.

Meski Arab Saudi tetap memandang Iran sebagai "ancaman strategis" dan mendukung upaya pembatasan kemampuan rudal serta drone Teheran, Riyadh dilaporkan menentang tindakan yang dapat memicu eskalasi tak terkendali. Hal ini termasuk serangan terhadap infrastruktur energi atau upaya penggantian rezim di Iran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|