Tol Sicincin-Bukittinggi Dibangun Oktober 2026, Anggaran Rp25,6 T

7 hours ago 4

Tol Sicincin-Bukittinggi Dibangun Oktober 2026, Anggaran Rp25,6 T Foto ilustrasi jalan tol. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi di Provinsi Sumatera Barat mulai dikerjakan pada Oktober 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah telah memastikan kesiapan proyek tersebut dan optimistis pekerjaan konstruksi dapat dimulai sesuai jadwal.

"Kita memang sudah akan membangun jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Kita mulai Insyaallah Oktober 2026. Mudah-mudahan terlaksana," kata Dody di Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa.

Ia menyebut anggaran proyek yang diperkirakan mencapai Rp25,6 triliun tidak perlu dikhawatirkan. Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur yang dinilai berdampak positif bagi masyarakat Sumbar.

Namun demikian, Dody menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan, terutama dalam hal pembebasan lahan.

"Namun saya sangat berharap masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk benar-benar mendukung kementerian terkait urusan pertanahan," tegasnya.

Ia mengingatkan, apabila lahan yang akan digunakan untuk pembangunan belum bebas, progres fisik proyek akan sulit berjalan sesuai target.

Menurutnya, persoalan lahan di Sumbar cukup kompleks. Pemerintah belajar dari pembangunan flyover Sitinjau Lauik yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan akibat kendala pembebasan lahan.

Sementara itu, Anggota DPR RI Andre Rosiade menyatakan pihaknya telah meminta Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kepolisian Daerah Sumbar untuk mengundang Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), gubernur, wali kota, serta para bupati guna membahas percepatan pembebasan lahan.

Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut meminta masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan mendukung kelanjutan pembangunan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi. Akses ini dinilai krusial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Ranah Minang.

"Rencananya nanti 6 April akan dibahas," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|