Top Raja Salman, Arab Jadi "Kunci" Damai Rusia-Ukraina

1 week ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Delegasi Ukraina dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melakukan pertemuan di Arab Saudi pada Minggu waktu setempat. Rapat tersebut dilakukan AS sebelum pertemuan dengan delegasi Rusia pada Senin (24/3/2025).

Melansir Reuters, pejabat Ukraina menyebut negaranya dan AS membahas proposal untuk melindungi fasilitas energi dan infrastruktur penting. Ini dilakukan sebagai bagian dari dorongan diplomatik Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang selama tiga tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan delegasi negaranya dalam perundingan hari Minggu bekerja dengan "cara yang sepenuhnya konstruktif".

"Perbincangan ini cukup bermanfaat, pekerjaan delegasi terus berlanjut. Tetapi apa pun yang kita katakan kepada mitra kita hari ini, kita perlu membuat Putin memberikan perintah nyata untuk menghentikan serangan," katanya dalam pernyataan yang disiarkan televisi. 

Delegasi Ukraina, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Rustem Umerov, mengatakan tujuan dari kontak tersebut adalah membantu "membawa perdamaian yang adil lebih dekat dan memperkuat keamanan". Meskipun Zelensky juga mengatakan perundingan tersebut pada dasarnya "teknis".

Sementara Putin menyetujui usulan Trump pekan lalu lalu agar Rusia dan Ukraina menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing selama 30 hari. Namun gencatan senjata yang didefinisikan secara sempit itu segera diragukan, di mana kedua belah pihak melaporkan serangan yang terus berlanjut.

Serangan pesawat nirawak Rusia berskala besar di Kyiv semalam menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang anak berusia 5 tahun, yang menyebabkan kebakaran di apartemen bertingkat tinggi bangunan dan kerusakan di seluruh ibu kota, kata pejabat Ukraina pada Minggu.

Sementara itu, otoritas Rusia mengatakan pada Minggu bahwa pertahanan udara mereka telah menghancurkan 59 pesawat nirawak Ukraina yang menargetkan wilayah barat daya negara itu, dan menambahkan bahwa serangan itu telah menewaskan satu orang di Rostov.

Zelensky, yang pasukannya menghadapi kemajuan terus-menerus oleh pasukan Rusia di Ukraina timur, telah mendukung seruan Trump untuk gencatan senjata menyeluruh selama 30 hari.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan pada Sabtu bahwa upaya untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut dalam perang Ukraina-Rusia "agak terkendali". AS berharap untuk mencapai gencatan senjata yang luas dalam beberapa minggu, dengan menargetkan perjanjian gencatan senjata pada tanggal 20 April.


(sef/sef)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Putra Mahkota Saudi Sambut Zelenskyy, Bahas Gencatan Senjata

Next Article Rusia Menggila, Kota Laut Hitam Diserang Besar-besaran

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|