Tren Baru Tambah Typo di Tulisan, Ternyata Ini Alasannya

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah perusahaan menawarkan teknologi penambah typo atau salah ketik yang bisa digunakan untuk membuat dokumen hasil karya AI terlihat lebih "manusiawi."

Fitur AI berbasis model bahasa besar (large language model/LLM) sekarang memang sudah tersedia di mana-mana mulai dari aplikasi khusus hingga fitur di platform email dan di HP, baik Android maupun iOS. Penggunaan AI juga makin massif dari fungsi sehari-hari seperti menuliskan email hingga menyusun laporan yang tebalnya puluhan halaman.

Permasalahannya, AI memiliki kecenderungan tertentu dalam menyusun kalimat seperti penggunaan kata-kata tertentu hingga struktur kalimat yang konsisten. Oleh karena itu, pemimpin perusahaan dan pengajar kini mudah curiga dengan tulisan yang terlalu rapi.

Software plug-in bernama "Sinceerly" ditujukan untuk membantu karyawan hingga pelajar tak ingin email atau karya tulis mereka ketahuan dibuat menggunakan AI. Cara kerjanya, misalnya, mengubah huruf kapital di awal kalimat menjadi huruf kecil atau typo lain yang tersembunyi.

Pengguna bisa menyetel sendiri tingkat "keparahan" di Sinceerly mulai dari kesalahan tak terlihat di level "Subtle" hingga level paling parah yaitu "CEO." Bahkan, program tersebut kadang ikut menyertakan frasa "sent from my iPhone" di dalam email.

Sinceerly dibuat oleh Ben Horwitz, seorang investor di Silicon Valley, menggunakan Claude AI buatan Anthropic.

"Saya membuat antinya Grammarly. Acak-acak email Anda menggunakan AI," kata Horwitz. Grammarly adalah aplikasi ternama yang digunakan untuk memperbaiki ejaan dan tata bahasa. "Sinceerly saya uji dengan mengirim email ke 5 CEO dari daftar Fortune 500. Empat membalas. Semuanya hanya membalas dengan kalimat di bawah 10 kata. Dua balasan ada typo-nya."

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|