PPGI sebut tren pengajuan dan pelunasan gadai seimbang jelang Lebaran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menjelang Lebaran 2026, tren pengajuan dan pelunasan pinjaman di industri pegadaian tetap seimbang, menurut Holilur Rohman, Sekretaris Umum Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI), yang menyatakan bahwa aktivitas gadai masih seimbang sesuai karakter daerah dan masyarakatnya.
Holilur menyebutkan bahwa pegadaian menjadi layanan keuangan yang disukai masyarakat karena akses yang mudah dan proses yang cepat, didukung oleh kantor layanan yang tersebar luas. Barang yang sering dijadikan jaminan gadai adalah emas, perhiasan, handphone, dan laptop.
Seiring dengan karakteristik masyarakat, kebanyakan pengajuan pinjaman gadai berasal dari kota-kota besar. Di sisi lain, Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan pegadaian melonjak 60,05% year-on-year menjadi Rp143,14 triliun pada Januari 2026, didominasi oleh pembiayaan berbasis produk gadai sebesar Rp115,98 triliun.
Agusman memproyeksikan lonjakan penyaluran pembiayaan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, dipicu oleh peningkatan kebutuhan masyarakat dan tambahan modal kerja UMKM secara musiman. Secara historis, penyaluran pembiayaan ini menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun terakhir, dengan kenaikan 1,78% month-to-month pada Maret 2024 dan 1,66% pada Maret 2025.
Di tengah persaingan dengan produk pembiayaan digital seperti pinjaman daring dan Buy Now Pay Later (BNPL/paylater), industri pegadaian tetap optimis tumbuh positif berkat pembiayaan alternatif berbasis agunan yang mudah diakses masyarakat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
8

















































