Tutup Kongres Umat Islam Indonesia, Wantim MUI Minta Rekomendasi Dikawal Ketat

1 hour ago 3

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penghargaan kepada Prof Jimly Asshiddiqie dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai menjadi pembicara dalam sidang Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masykuri Abdillah meminta agar seluruh hasil rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII dikawal secara ketat implementasinya hingga ke tataran pembuat kebijakan.

Dalam penutupan KUII VIII, Ahad malam (26/7/2026), Masykuri menilai rumusan hasil KUII VIII merupakan yang paling komprehensif sepanjang sejarah penyelenggaraan kongres.

Berbeda dengan kongres pertama pada 1945 yang berfokus pada pembentukan Partai Masyumi dan penguatan Resolusi Jihad, kongres kali ini membahas berbagai persoalan secara menyeluruh, mulai dari sosial budaya, kesejahteraan ekonomi, keamanan, politik, kebijakan luar negeri, hingga teknologi artificial intelligence (AI).

"Hasil rumusan ini harus disampaikan kepada pengambil kebijakan publik, pelaksana kebijakan, dan umat secara keseluruhan. Kalau hanya disimpan, itu tidak ada gunanya," katanya.

Guna memastikan rekomendasi tersebut berjalan, Masykuri mendorong Komisi Hukum dan Komisi Pengkajian MUI untuk terus melacak serta mengevaluasi regulasi yang diterbitkan pihak eksekutif maupun legislatif.

Dalam proses pengawalan tersebut, ia menegaskan MUI memosisikan diri sebagai entitas civil society yang hadir untuk memberikan kritik yang sehat dan berimbang.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|