UEA Dituding Manfaatkan Islamofobia di Inggris untuk Tekan Pengaruh Ikhwanul Muslimin

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) dituduh oleh para pengkritiknya memanfaatkan wacana Islamofobia di Inggris untuk menekan pemerintah Inggris agar melarang Ikhwanul Muslimin. Ini setelah Abu Dhabi membatasi beasiswa negara bagi mahasiswa Emirate yang ingin melanjutkan studi di universitas-universitas Inggris.

UEA membenarkan langkah tersebut dengan klaim bahwa kampus-kampus di Inggris tengah mengalami radikalisasi oleh kelompok Islamis yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin. Tuduhan ini dibantah oleh otoritas Inggris dan para pakar, yang menyatakan tidak ada bukti mengenai keberadaan terorganisir Ikhwanul Muslimin di lingkungan universitas.

Menurut laporan Financial Times dan The Times, pendanaan federal untuk beasiswa negara Emirate dibatasi bagi mahasiswa yang ingin belajar di Inggris, di tengah ketegangan terkait penolakan London untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin dalam daftar organisasi terlarang.

Ikhwanul Muslimin ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh UEA, yang selama ini aktif melobi pemerintah-pemerintah Eropa, termasuk Inggris, agar mengambil sikap yang sama.

Inggris berulang kali menolak untuk melarang Ikhwanul Muslimin setelah melalui sejumlah tinjauan resmi.

Sebuah penyelidikan tahun 2014 yang diperintahkan oleh pemerintah Partai Konservatif, dan dipimpin oleh Sir John Jenkins, menyimpulkan bahwa meskipun keyakinan kelompok tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Inggris, tidak terdapat bukti yang cukup untuk membenarkan pelarangannya.

Sumber:

New Arab

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|