Uni Eropa Tawarkan Satelit Copernicus Bantu Evakuasi Korban Gempa NTT

4 hours ago 6

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 08:07 WIB

Uni Eropa Tawarkan Satelit Copernicus Bantu Evakuasi Korban Gempa NTT

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Data Kementerian Sosial mencatat hingga pukul 15.40 WIB, terdapat sekitar dua ribu jiwa dilaporkan terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Antara/Mega Tokan\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Uni Eropa menawarkan bantuan sistem satelit Copernicus untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tawaran tersebut disampaikan Presiden Komisi Eropa atau European Commission (EU) Ursula von der Leyen melalui akun X resminya, @vonderleyen, pada Sabtu (15/8/2026).

"Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu," kata von der Leyen.

Sistem Copernicus merupakan sistem observasi bumi milik Uni Eropa yang memanfaatkan data satelit untuk memantau kondisi permukaan Bumi. Dalam situasi bencana, informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat pemetaan cepat wilayah terdampak sekaligus membantu otoritas menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan.

Satelit Bantu Pencarian di Wilayah Sulit Dijangkau

Operasi SAR gempa NTT menghadapi tantangan berupa akses menuju sejumlah wilayah yang terdampak longsor dan kerusakan infrastruktur.

Data satelit dapat membantu memberikan gambaran kondisi wilayah dari udara ketika tim penyelamat masih menghadapi keterbatasan untuk mengakses lokasi secara langsung.

Tawaran Uni Eropa datang setelah gempa NTT M7,7 menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, longsor, serta gangguan komunikasi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut menyulitkan tim penyelamat menjangkau beberapa lokasi terdampak.

Berdasarkan pembaruan BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 47 orang.

Korban tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.

Kerusakan rumah juga meluas. BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8/2026).

Gempa NTT juga sempat memicu peringatan tsunami. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah pemantauan kondisi laut, meskipun gelombang kecil sempat tercatat di sejumlah wilayah.

Palestina Sampaikan Belasungkawa

Selain tawaran bantuan dari Uni Eropa, Pemerintah Palestina menyampaikan belasungkawa dan solidaritas mendalam kepada Indonesia menyusul gempa besar yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).

Dilansir dari Antara, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyampaikan duka cita kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bencana gempa NTT tersebut.

Pemerintah Palestina juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta berharap para korban luka dapat segera pulih.

Palestina turut berharap tim pencarian dan penyelamatan bersama otoritas terkait dapat menyelamatkan korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Selain itu, Palestina mendukung kelanjutan operasi pencarian dan penyelamatan korban serta langkah mitigasi untuk mengurangi dampak gempa NTT.

"Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyatakan belasungkawa dan solidaritas yang mendalam kepada pemimpin, pemerintah, dan rakyat Indonesia menyusul gempa besar yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu," tertulis dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|