Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan viral di media sosial warganet yang berbagi kisahnya bisa menghasilkan cuan hanya dengan membuat video mencuci piring. Konten ini dibagian oleh Itha Siburian Pandjaitan melalui akun Instagram @mamakngebolang.
Akun tersebut banyak memberi penjelasan tentang bagaimana kegiatan sehari-hari seperti mencuci piring bisa menghasilkan pendapatan.
Tujuan dibuat konten tersebut ternyata digunakan untuk membantu melatih kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam satu video bertajuk tanya jawab yang diunggah 12 Mei ia menjelaskan seputar 'project cuci piring' ini.
"Ini bukan kerjaan cuci piring guys, tapi kita melatih AI untuk cuci piring. Sebenernya valuenya tinggi, kita melatih AI, kita bukan cuci piring doang, kita training si AI itu untuk cuci piring," ujarnya.
Perusahaan AI yang dimaksud Itha adalah Mindrift, platform crowdsourcing yang merekrut orang untuk membantu melatih model AI dan robot humanoid melalui berbagai aktivitas sehari-hari.
Hal ini bukan sesuatu yang aneh, sebab ledakan industri AI pada memicu lahirnya jenis pekerjaan baru seperti AI trainer dengan bayaran tinggi.
Perusahaan pengembang AI generatif kini ramai-ramai merekrut orang dari berbagai latar belakang mulai dari penulis kreatif, dokter, hingga penghobi catur, untuk melatih chatbot agar semakin pintar dan akurat.
Fenomena ini muncul seiring model bahasa besar atau large language model (LLM) dinilai telah menyerap sebagian besar data publik yang tersedia di internet. Kondisi tersebut membuat perusahaan AI kini beralih ke tahap berikutnya, yakni penyempurnaan model lewat masukan manusia yang lebih spesifik dan mendalam.
"Ini merupakan salah satu kategori pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat saat ini," ujar Chief Education Strategy Officer Handshake Christine Cruzvergara, dikutip CBS News, Selasa (25/5/2026).
(dem/dem)
Addsource on Google


















































