Viro Geser Model Bisnis, Masuk Konstruksi Modular Segmen Mewah

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Perusahaan bahan bangunan, Viro, mulai memperluas model bisnisnya ke sektor konstruksi modular premium melalui peluncuran sistem bangunan ViroFab dalam ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD City.

Langkah ini menandai pergeseran posisi Viro, dari sebelumnya dikenal sebagai penyedia specialty building materials menjadi pemain yang menawarkan solusi konstruksi terintegrasi berbasis modular.

Executive Vice President PT Polymindo Permata Johan Yang mengatakan, pengembangan ViroFab merupakan kelanjutan dari pengalaman panjang perusahaan dalam industri material konstruksi yang kini diintegrasikan ke dalam sistem bangunan prefabrikasi modern.

“Setelah puluhan tahun membangun keahlian di material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem prefabricated modular building yang lebih terintegrasi,” ujar Johan.

Selama ini, konstruksi modular atau prefab kerap diasosiasikan dengan bangunan standar dan berbiaya efisien. Namun, melalui ViroFab, perusahaan mencoba menggeser persepsi tersebut dengan menghadirkan pendekatan yang menyasar segmen premium.

Hal ini ditunjukkan melalui pengenalan TenuNyaman, proyek bangunan modular yang telah terealisasi dan ditampilkan langsung kepada publik. Proyek ini menjadi bukti bahwa sistem prefab dapat diterapkan pada bangunan dengan desain eksklusif dan kualitas tinggi.

Menurut Johan, kehadiran proyek tersebut menegaskan bahwa konstruksi modular tidak hanya sebatas konsep, tetapi sudah dapat diimplementasikan untuk kebutuhan arsitektur kelas atas.

Sebagai tahap awal, Viro memperkenalkan lini produk Virocroft, yakni bangunan modular satu hingga dua lantai dengan luas hingga 200 meter persegi yang dirancang untuk kebutuhan resort dan hunian premium.

Pasar yang dibidik antara lain kawasan destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok, yang membutuhkan solusi pembangunan cepat tanpa mengorbankan kualitas desain.

Ke depan, perusahaan juga menyiapkan pengembangan lanjutan melalui lini villa dan hunian mewah bertingkat, sebagai bagian dari roadmap ViroFab.

Viro menilai, sistem modular menawarkan solusi atas sejumlah tantangan klasik di industri konstruksi, seperti ketidakpastian biaya, durasi pembangunan, serta konsistensi kualitas.

Melalui proses fabrikasi di pabrik yang mencapai 70–90 persen dari total pembangunan, proyek dapat diselesaikan dengan waktu lebih terukur dan presisi yang lebih tinggi.

Selain itu, pendekatan ini dinilai mampu meminimalkan potensi pembengkakan biaya yang kerap terjadi dalam konstruksi konvensional.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|