Wali Kota Yogyakarta Dorong Mahasiswa UMY Capai Kebebasan Finansial Sebelum Usia 50 Tahun

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA, – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk merancang masa depan dengan menargetkan kebebasan finansial sebelum memasuki usia 50 tahun. Ajakan ini disampaikan dalam seminar pengembangan karier di Kampus UMY, Sabtu.

"Harusnya sebelum usia 50 tahun itu sudah bebas finansial. Sudah tidak memikirkan lagi untuk makan hari ini, besok, atau lusa. Semua itu seharusnya sudah selesai," kata Hasto di hadapan ratusan mahasiswa dalam seminar Career Development bertajuk "The Professional Compass: Navigating Mental Wellness and Career Survival".

Hasto menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa kebebasan finansial yang dimaksud bukan sekadar menumpuk kekayaan, melainkan memiliki sumber pendapatan pasif yang mampu menopang kebutuhan hidup tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pekerjaan aktif.

Antisipasi Dampak Penuaan Penduduk

Menurut Hasto, target itu menjadi krusial, mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memasuki fase aging population atau penuaan penduduk. Jika generasi muda tidak mempersiapkan kemandirian sejak dini, hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.

Dominasi Soft Skill di Dunia Kerja

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyoroti pentingnya penguasaan soft skill dalam meniti karier. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan di dunia profesional saat ini lebih banyak ditentukan oleh kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan empati dibandingkan dengan penguasaan hard skill.

"Selama kuliah, mahasiswa mungkin mendapatkan 90 persen hard skill dan 10 persen soft skill. Namun di dunia kerja, komposisinya berbalik; 80 persen keberhasilan ditentukan oleh soft skill," kata dokter spesialis kandungan tersebut.

Ia menegaskan bahwa soft skill yang mumpuni harus didasari oleh kompetensi teknis yang kuat. Keduanya harus berjalan beriringan agar lulusan perguruan tinggi mampu bersaing di tengah dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif.

Bermimpi Besar dan Transformasi Diri

Selain itu, Hasto mendorong mahasiswa untuk berani bermimpi besar, keluar dari zona nyaman, dan menerapkan creative tension, yakni menjadikan jarak antara kondisi saat ini dengan cita-cita sebagai motivasi untuk terus bertransformasi.

Dia menganalogikan proses pengembangan diri seseorang seperti metamorfosis, yang idealnya melalui tiga tahapan acquisition (perolehan pengetahuan), competence (pembangunan kompetensi), hingga proficiency (pencapaian kemahiran).

Menutup paparannya, Hasto berpesan agar mahasiswa aktif terlibat dalam organisasi kemahasiswaan guna mengasah kemampuan kepemimpinan dan jejaring sosial. "Mahasiswa UMY nanti kalau lulus jangan sampai yang bertambah hanya berat badannya, tetapi keterampilannya tidak bertambah. Ambil peran sebagai generasi penggerak pembangunan dan manfaatkan bonus demografi untuk memajukan Indonesia," katanya lagi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|