Wamenkes Tegaskan Virus Nipah Belum Masuk ke Indonesia

2 hours ago 2

Siswa mencuci tangan sebelum menyantap hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pejaten Barat 01 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). SDN Pejaten Barat 01 Pagi mengambil langkah antisipatif dengan melibatkan komite orang tua murid untuk mengawasi proses pendistribusian MBG dari dapur SPPG hingga mengecek kualitas makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa hingga kini virus Nipah belum masuk ke Indonesia. Virus Nipah telah dikenal sejak 1998 dan hingga saat ini jumlah kasusnya secara global masih terbatas.

"Memang hari ini belum sampai Indonesia," ujar Wamenkes Benyamin Paulus usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).

Tahun ini, kata dia, hanya terdapat dua kasus yang dilaporkan di India, meskipun tingkat kematian akibat virus tersebut tergolong tinggi.

"Jumlah kasus di dunia ini belum sampai 1.000 kasus. Jadi, belum sampai Indonesia," kata Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus.

Menurut dia, Pemerintah India langsung mengambil langkah penanganan ketat untuk mencegah penyebaran virus ke negara lain. Sementara itu Thailand sebagai negara transit juga telah meningkatkan kewaspadaan melalui skrining.

"Jadi di India pun sudah langsung melakukan lockdown. Mereka juga tidak mau kasus itu terbang ke negara lain. Tapi Thailand sebagai tempat transit, itu segera jaga-jaga," ucap Wamenkes Benyamin.

Terkait langkah antisipasi di dalam negeri, Wamenkes mengatakan Indonesia telah memiliki mekanisme deteksi di bandara, termasuk pemantauan suhu tubuh penumpang.

Namun Wamenkes menegaskan skrining ketat, seperti yang diterapkan saat pandemi COVID-19, belum diberlakukan.

"Indonesia itu otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di bandara yang suhu tinggi sudah bisa dideteksi. Tapi memang proses skrining seperti COVID belum kita lakukan," ujar Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|