Wapres Gibran Tinjau Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan

2 hours ago 8

Wapres Gibran Tinjau Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan

Gibran meninjau penanganan karhutla di tiga provinsi Kalimantan dan meminta pemadaman berjalan bersama perlindungan warga serta pencegahan. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemadaman serta perlindungan masyarakat terdampak berjalan optimal di lapangan.

Gibran meninjau penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah; Banjarbaru, Kalimantan Selatan; dan Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat perkembangan penanganan serta kebutuhan yang masih diperlukan di masing-masing daerah.

Dalam penanganan karhutla, Gibran meminta pemadaman titik api dilakukan bersamaan dengan pelayanan terhadap masyarakat. Kebutuhan dasar hingga layanan kesehatan dan pendidikan warga terdampak perlu tetap dipastikan selama kondisi karhutla berlangsung.

"Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik," ujar Wapres.

Perlindungan Kelompok Rentan

Gibran menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman. Keselamatan dan kesehatan masyarakat, satwa, serta habitat juga harus menjadi bagian dari penanganan secara menyeluruh.

Perhatian khusus diminta diberikan kepada kelompok rentan yang berpotensi terdampak kondisi karhutla. Mereka antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Selain perlindungan masyarakat, pemerintah perlu memastikan layanan kesehatan, pendidikan, serta dukungan logistik bagi warga terdampak tetap tersedia. Gibran juga meminta penanganan terus disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Kehadiran Wapres di tiga daerah tersebut menjadi bagian dari upaya mengawal penanganan karhutla agar berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Inovasi Pemadaman Harus Terukur

Gibran juga menyoroti penggunaan inovasi dalam penanganan karhutla. Menurut dia, teknologi atau metode baru yang digunakan harus memberikan manfaat nyata dan dapat diukur, sekaligus tidak mengabaikan keselamatan petugas.

"Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur," imbuh Wapres.

Salah satu inovasi yang ditinjau Gibran diterapkan di Kalimantan Selatan, yakni formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk membantu pemadaman kebakaran pada lahan gambut.

Formulasi tersebut dikembangkan melalui kajian dan analisis laboratorium terhadap cairan pembentuk busa. Cairan itu kemudian direformulasi agar dapat digunakan untuk pemadaman pada lahan gambut.

Penggunaan formulasi tersebut membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan. Dengan cara itu, proses pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan diharapkan lebih efektif dengan penggunaan air yang lebih efisien.

Hasil pengujian menggunakan drone thermal menunjukkan perubahan suhu yang cukup signifikan. Area gambut yang sebelumnya mencapai sekitar 130 derajat Celcius dapat turun hingga sekitar 30 derajat Celcius dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi.

Gibran Minta Maaf soal Kondisi Udara

Saat berada di Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan penanganan terbaik sesuai arahan Presiden.

"Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi, kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden," kata Wapres.

Gibran kemudian meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam menangani karhutla. Setiap persoalan yang ditemukan di lapangan harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur.

Kewaspadaan juga diminta tetap dijaga dalam jangka panjang. Pasalnya, kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027 sehingga upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap karhutla perlu diperkuat.

"Tingkatkan kewaspadaan El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Lakukan patroli pencegahan lebih intens. Tingkatkan koordinasi dan rangkul semua elemen. Pastikan setiap kendala lapangan ditangani dengan cepat dan terukur. Tingkatkan juga sosialisasi dan edukasi publik," ujar Wapres Gibran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|