Wisata Sleman 2026 Tembus 955 Ribu Kunjungan, Didominasi Turis Jawa

2 hours ago 2

Wisata Sleman 2026 Tembus 955 Ribu Kunjungan, Didominasi Turis Jawa Lava tour Merapi. - Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman sejak awal 2026 hingga 9 Maret telah mencapai 955.748 perjalanan wisata. Data Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menunjukkan mayoritas pengunjung berasal dari wisatawan domestik, terutama dari Pulau Jawa.

Dinas Pariwisata Sleman mencatat dominasi kuat wisatawan nusantara dalam pergerakan wisata ke wilayah tersebut. Dari total 955.748 kunjungan, sebanyak 945.493 di antaranya atau sekitar 98,93% merupakan wisatawan domestik, sedangkan wisatawan mancanegara hanya menyumbang porsi yang sangat kecil.

Jika dilihat dari wilayah asal, mayoritas wisatawan domestik berasal dari Pulau Jawa dengan kontribusi sekitar 95%. Wisatawan tersebut didominasi oleh pengunjung dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan destinasi wisata berbasis candi masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang datang ke Sleman.

Menurut dia, kompleks candi yang dikelola PT Taman Wisata Candi (TWC) memberikan kontribusi terbesar terhadap total kunjungan wisata di Kabupaten Sleman.

“Jeep Lava Tour Merapi menyusul dengan angka sebesar 15,34 persen, sama kawasan wisata Kaliurang juga menyumbang 9,74 persen kunjungan wisatawan,” kata Kus kepada wartawan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (11/3/2026).

Selain kunjungan wisatawan, sektor pariwisata juga diharapkan menjadi salah satu penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman sepanjang 2026. Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan sektor ini mampu menyumbang 22,61% dari total PAD.

Secara nominal, kontribusi sektor pariwisata ditargetkan mencapai Rp387,2 miliar dari total target PAD Kabupaten Sleman yang ditetapkan sebesar Rp1,712 triliun pada tahun ini.

Adapun realisasi PAD dari sektor pariwisata pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp45,544 miliar atau sekitar 11,76% dari target tahunan. Realisasi tersebut turut dipengaruhi oleh tingginya aktivitas wisata selama momentum libur Tahun Baru.

Dari sisi retribusi pariwisata, pendapatan yang berhasil dihimpun hingga periode yang sama mencapai Rp534,563 juta atau sekitar 10,89% dari target retribusi sebesar Rp4,910 miliar.

Sementara itu, pendapatan yang berasal dari kerja sama pemanfaatan barang milik daerah (BMD) di sektor pariwisata tercatat sebesar Rp35,416 juta atau 12,21% dari target Rp290 juta.

Pemerintah Kabupaten Sleman berharap momentum libur Lebaran 2026 dapat kembali meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat kinerja sektor pariwisata daerah.

Namun demikian, Dinas Pariwisata Sleman memperkirakan lonjakan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini kemungkinan tidak akan setinggi periode Lebaran 2025.

Menurut Kus, beberapa faktor ekonomi menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk menunda rencana liburan, termasuk jadwal pembayaran gaji yang baru diterima sekitar 26 Maret serta kebutuhan pengeluaran pendidikan anak.

Selain itu, tingginya frekuensi hari libur pada Januari 2026 juga telah menyerap sebagian besar pengeluaran masyarakat untuk kegiatan wisata maupun rekreasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|