Xi Jinping: Isu Palestina Inti Persoalan di Timur Tengah

2 hours ago 2

Presiden China Xi Jinping didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto, serta Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kanan) di Tiananmen Square, Beijing, China, Rabu (3/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Presiden China Xi Jinping menyampaikan kepada para pemimpin BRICS bahwa isu Palestina tetap menjadi inti dari setiap upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Xi menyampaikan hal tersebut dalam sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, berdasarkan teks lengkap pidato yang dirilis Kementerian Luar Negeri China."Masalah Palestina selalu menjadi inti dari persoalan Timur Tengah," ujar Xi dalam naskah resmi pidatonya seperti dikutip Palestine Chronicle.

"Jalan keluar mendasar adalah mengimplementasikan solusi dua negara (two-state solution) dan mewujudkan koeksistensi damai antara Palestina dan Israel," tambah Xi.

Gencatan senjata

Xi menilai perang yang terus berlanjut telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat di seluruh kawasan Timur Tengah dan Teluk, serta tidak sejalan dengan kepentingan komunitas internasional.

"Situasi di Timur Tengah dan kawasan Teluk terus berkembang, dan perang ini telah menyebabkan kerugian serius bagi rakyat di negara-negara kawasan tersebut," tegas Xi."Hal ini juga bertentangan dengan kepentingan bersama masyarakat internasional."

Xi menyinggung proposal empat poin yang sebelumnya ia ajukan untuk menjaga serta mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah."Proposal empat poin saya ditujukan untuk menyerukan peredaan ketegangan, penghentian pertempuran, dan pemajuan perdamaian,"kata dia.

"Pihak-pihak terkait harus tetap berkomitmen pada penyelesaian politik dan bekerja menuju pencapaian gencatan senjata yang permanen dan menyeluruh."

Ia juga mendesak penanganan akar masalah instabilitas kawasan, bukan sekadar membatasi upaya diplomasi pada penghentian pertempuran sesaat."Penting untuk menyelesaikan akar penyebab, membangun kembali rasa saling percaya antarnegara kawasan, dan membangun arsitektur keamanan baru," kata Xi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|