11 Mei, Hari POM TNI hingga Hari Burung Bermigrasi

12 hours ago 3

Jumali

Jumali Senin, 11 Mei 2026 07:57 WIB

11 Mei, Hari POM TNI hingga Hari Burung Bermigrasi

Kalender- Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Tanggal 11 Mei setiap tahunnya ternyata menyimpan sejumlah peringatan penting, baik di Indonesia maupun dunia internasional. Mulai dari penghormatan kepada Polisi Militer TNI, kampanye melawan egoisme, perayaan seni tari perut, hingga upaya perlindungan burung migran, semuanya diperingati pada hari yang sama dengan makna berbeda-beda.

Berbagai momentum ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga membawa pesan sosial, budaya, dan lingkungan yang masih relevan hingga sekarang. Berikut ulasan lengkap empat peringatan yang jatuh setiap 11 Mei.

Hari POM TNI: Menghormati Penegak Disiplin Militer

Di Indonesia, 11 Mei diperingati sebagai Hari Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia atau Hari POM TNI. Polisi Militer memiliki tugas penting dalam menjaga disiplin, penegakan hukum, serta tata tertib di lingkungan TNI.

Sejarah Polisi Militer bermula setelah pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Tidak lama kemudian, markas TKR menginstruksikan pembentukan satuan polisi militer pada Desember 1945.

Perjalanan organisasi ini mengalami beberapa perubahan, termasuk pembentukan Corps Polisi Militer (CPM) pada 1948. Setelah reformasi dan pemisahan TNI dengan Polri, struktur polisi militer kembali mengalami penyesuaian.

Pada 3 Mei 2015, Panglima TNI saat itu, Moeldoko, merombak struktur organisasi sehingga POM TNI berada langsung di bawah komando Panglima TNI, bukan lagi di bawah masing-masing matra. Penetapan Hari POM TNI menjadi bentuk penghargaan atas peran besar polisi militer dalam menjaga kedisiplinan prajurit.

Hari Kesadaran Ego Sedunia: Mengajak Introspeksi Diri

Tanggal 11 Mei juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Ego Sedunia atau World Ego Awareness Day. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak perilaku egois dan narsistik dalam kehidupan sehari-hari.

Hari ini mengajak setiap orang untuk melakukan refleksi diri, memahami bagaimana ego memengaruhi hubungan sosial, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih empatik dan sehat secara emosional.
Melalui momentum ini, masyarakat diharapkan lebih sadar terhadap perilaku yang merugikan orang lain dan mulai membangun komunikasi yang lebih terbuka serta saling menghargai.

Hari Tari Perut Sedunia: Seni yang Menyehatkan

Bagi pencinta seni dan budaya, 11 Mei juga dikenal sebagai Hari Tari Perut Sedunia atau World Belly Dance Day. Tari perut merupakan salah satu tarian tradisional populer yang identik dengan gerakan pinggul dan tubuh yang dinamis.

Awalnya, tari ini berkembang sebagai bagian dari hiburan dalam perayaan sosial masyarakat Timur Tengah. Namun kini, tari perut juga dikenal sebagai aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Selain membantu meningkatkan fleksibilitas dan koordinasi tubuh, tari perut dipercaya mampu membakar ratusan kalori dalam satu jam latihan. Tidak sedikit komunitas tari yang memanfaatkan momentum ini untuk mengadakan pertunjukan maupun kelas terbuka.

Hari Burung Bermigrasi Sedunia: Kampanye Perlindungan Satwa

Peringatan lain pada 11 Mei adalah Hari Burung Bermigrasi Sedunia atau World Migratory Bird Day. Kampanye global ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi burung migran beserta habitatnya.

Peringatan ini pertama kali digelar pada 2006 di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap penyebaran flu burung H5N1. Saat itu, burung migran sempat menjadi sasaran stigma sebagai penyebab utama penyebaran penyakit.

Melalui kampanye ini, berbagai organisasi lingkungan berupaya mengedukasi masyarakat bahwa burung migran memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem dan perlu dilindungi.

Hingga kini, Hari Burung Bermigrasi Sedunia rutin diperingati melalui festival, pengamatan burung, pameran edukasi, hingga kegiatan konservasi di berbagai negara.

Empat peringatan pada 11 Mei membawa pesan yang berbeda-beda, mulai dari penghormatan terhadap aparat penegak disiplin militer, pentingnya introspeksi diri, apresiasi seni budaya, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup. Meski sederhana, memahami makna di balik peringatan tersebut bisa menjadi langkah kecil untuk menambah wawasan dan kepedulian sosial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|