Pasien Klinik Tradisional terjebak banjir di Baros Serang.
REPUBLIKA.CO.ID, SERANG, – Sebanyak 20 pasien pengobatan tradisional di Kampung Polokiong, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, terjebak banjir pada Minggu. Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat ini membuat akses jalan tertutup air, menghambat evakuasi.
Pemilik klinik, Hendri, menjelaskan bahwa air mulai memasuki pemukiman dan tempat praktiknya sekitar pukul 12.00 WIB dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. "Banjirnya mau selutut. Jarang banjir seperti ini. Ada sekitar 20 pasien di sini sedang melakukan pengobatan dan belum dievakuasi," ujar Hendri.
Menurutnya, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta buruknya sistem drainase. Kontur tanah yang lebih rendah di wilayahnya dibandingkan Pasar Baros menyebabkan air menumpuk di area pemukiman melalui saluran gorong-gorong.
Hendri sangat mengharapkan tim dari dinas terkait segera turun ke lapangan untuk membantu mengevakuasi para pasien dan warga yang terdampak. Hingga saat ini, belum ada bantuan yang tiba di lokasi kejadian.
Dampak Banjir di Lokasi Lain
Berdasarkan data kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, banjir melanda dua titik lokasi yakni Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung. Dampak terparah terjadi di Kampung Polokiong RT 06/RW 01, di mana sebanyak 33 rumah yang dihuni 58 Kepala Keluarga (KK) atau 174 jiwa terendam air.
Selain merendam pemukiman, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti Kantor Desa Baros. Tercatat ada 6 lansia dan 24 anak-anak yang terdampak. Sementara itu, di Kampung Siliwung RT 01/RW 05, banjir merendam satu unit rumah yang dihuni oleh 2 KK atau 6 jiwa.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
6
















































