30 Gempa Susulan Terjadi di Venezuela, Korban Terus Bertambah

1 hour ago 3

30 Gempa Susulan Terjadi di Venezuela, Korban Terus Bertambah

Orang-orang mencari korban selamat di antara puing-puing di Negara Bagian La Guaira, Venezuela, 25 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado

Harianjogja.com, CARACAS— Bencana gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela memicu kepanikan luas setelah diikuti puluhan gempa susulan dalam waktu singkat. Hingga Kamis (25/6/2026), otoritas mencatat lebih dari 20 gempa susulan terjadi hanya dalam beberapa jam terakhir, memperparah situasi di wilayah terdampak.

Yayasan Penelitian Seismologi Venezuela (Funvisis) melaporkan gempa susulan memiliki magnitudo bervariasi antara 2,1 hingga 3,6 dan berpusat di wilayah pesisir La Guaira. Getaran dirasakan hingga ke kota Naiguata dan sebagian wilayah Vargas, membuat warga memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir bangunan runtuh.

Rentetan gempa ini merupakan dampak dari dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan pada Rabu (24/6). Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa pertama bermagnitudo 7,2 berpusat di dekat Moron, Negara Bagian Carabobo, disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 di dekat Montalban kurang dari satu menit kemudian.

Secara geologis, Venezuela memang rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng Karibia dan Amerika Selatan. Tekanan antar lempeng tersebut secara berkala dilepaskan dalam bentuk aktivitas seismik.

Dampak bencana ini tergolong sangat besar. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengungkapkan jumlah kerusakan terus bertambah seiring pendataan di lapangan. Sedikitnya 250 bangunan dilaporkan rusak hingga hancur total.

“Hingga kini, 250 bangunan dinyatakan rusak atau hancur total. Delapan rumah sakit mengalami kerusakan dan beberapa di antaranya harus dikosongkan. Sebanyak 20 pusat perbelanjaan dan puluhan fasilitas infrastruktur juga terdampak,” ujar Rodriguez.

Data sementara menunjukkan sedikitnya 235 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah karena proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung di berbagai titik reruntuhan.

Kerusakan juga melumpuhkan layanan publik. Sejumlah rumah sakit terpaksa ditutup karena mengalami kerusakan struktural, sehingga menghambat penanganan korban luka. Infrastruktur yang rusak turut memperlambat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Bandara utama Venezuela bahkan dilaporkan ditutup sementara akibat kerusakan fasilitas, memperumit mobilisasi logistik dan bantuan dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, otoritas mencatat total gempa susulan telah mencapai sedikitnya 30 kali sejak gempa utama terjadi. Kondisi ini membuat warga terus diliputi ketakutan dan memilih tidak kembali ke dalam rumah.

Pemerintah Venezuela kini mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan darurat, mulai dari evakuasi korban, penyediaan tempat pengungsian, hingga pemulihan infrastruktur vital.

Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Bantuan internasional pun mulai berdatangan untuk membantu proses penanganan dan pemulihan.

Dengan skala kerusakan yang luas serta korban jiwa yang besar, proses pemulihan diperkirakan akan berlangsung panjang. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|