50 Persen Siswa SD dan SMP di Bandung Alami Masalah Kesehatan Mental

4 weeks ago 15

Siswa SMP ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung telah melakukan skrining cek kesehatan jiwa kepada siswa tingkat SD, SMP, MTS dan sederajat pada bulan Agustus hingga Oktober tahun 2025 lalu. Hasilnya, hampir 50 persen siswa SMP mengalami masalah kesehatan mental.

Total terdapat 148.239 peserta didik yang mengikuti pemeriksaan. Hasilnya 71.433 siswa atau 48,19 persen terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa. Temuan paling menonjol pada jenjang SMP, MTs dan sederajat dengan 49,09 persen siswa menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental.

Pada jenjang SMP, MTs dan sederajat tercatat 30,55 persen siswa menunjukkan masalah kesehatan jiwa, 76,46 persen mengalami gejala ansietas ringan, 7,89 persen terindikasi ansietas berat, 15,23 persen mengalami gejala depresi ringan, dan sebanyak 7,42 persen terindikasi depresi berat. Pada jenjang SD, MI dan sederajat, dari 80.724 peserta, sebanyak 43.390 siswa atau 53,75 persen terindikasi masalah kesehatan jiwa. Dengan dominasi gejala ansietas ringan dan depresi ringan.

Pada jenjang SMA, MA dan sederajat, tercatat 25,79 persen siswa terindikasi masalah kesehatan jiwa, sedangkan di SLB mencapai 48,51 persen. “Kita sedang gelisah. Anak-anak kita sedang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya,” ucap Wali Kota Bandung M Farhan belum lama ini.

Farhan mengungkapkan, gangguan kesehatan mental tidak muncul secara tiba-tiba. Stres yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi depresi dan pada kondisi ekstrem, mendorong munculnya pikiran bunuh diri. Menurutnya, persoalan ini harus dipahami sebagai tragedi kemanusiaan yang membutuhkan empati dan penanganan komprehensif.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|