514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang

3 hours ago 3

514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang

Suasana Kota Magelang berubah semarak saat ratusan Taruna Akademi Militer (Akmil) berjalan berbaris dalam tradisi Kirab Perpisahan, Jumat (25/6/2026). Ist/prokopimmagelang

Harianjogja.com, KOTA MAGELANG— Suasana Kota Magelang berubah semarak saat ratusan Taruna Akademi Militer (Akmil) berjalan berbaris dalam tradisi Kirab Perpisahan, Jumat (25/6/2026). Bukan sekadar seremoni penutup pendidikan, kirab ini menjadi ruang perjumpaan emosional antara calon perwira TNI dengan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Sejak pagi, warga sudah memadati ruas jalan utama yang dilalui rombongan taruna. Dari Alun-alun Kota Magelang, barisan kirab bergerak menyusuri Jalan Pemuda hingga Jalan Tidar sebelum kembali ke kompleks Akmil. Tepuk tangan dan sapaan warga mengiringi langkah para taruna yang tampil rapi dan penuh disiplin.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menilai tradisi ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda tahunan. Kirab menjadi simbol kedekatan antara institusi militer dengan masyarakat sipil yang telah terjalin selama puluhan tahun.

“Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga penegasan bahwa Akmil adalah bagian dari identitas Kota Magelang. Tradisi ini memperlihatkan hubungan yang harmonis antara taruna dan masyarakat,” ujarnya.

Momentum Berpamitan dan Refleksi

Bagi para taruna, kirab perpisahan bukan hanya soal tampil di hadapan publik. Tradisi ini menjadi momen refleksi sekaligus berpamitan setelah menjalani pendidikan yang tidak hanya berlangsung di dalam kampus, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat.

Gubernur Akmil, Mayjen TNI Rano Tilaar, menyebut sebanyak 514 taruna terlibat dalam kirab tahun ini, termasuk 30 taruni. Ia menekankan bahwa kirab mencerminkan nilai kesopanan dan penghormatan terhadap lingkungan sosial tempat para taruna belajar dan tumbuh.

“Kirab ini adalah wujud sopan santun. Kami diajarkan bahwa datang harus terlihat wajah, pulang pun harus meninggalkan kesan yang baik. Ini bagian dari budaya ketimuran yang dijunjung tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, selama masa pendidikan, interaksi taruna dengan masyarakat tidak bisa dihindari. Karena itu, kirab menjadi cara simbolik untuk mengucapkan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada warga jika selama berinteraksi terdapat kekurangan.

Jembatan Nilai Kebangsaan

Tradisi kirab perpisahan juga dinilai memiliki nilai strategis dalam membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran taruna di ruang publik menunjukkan bahwa pendidikan militer tidak terlepas dari nilai-nilai sosial dan budaya.

Antusiasme warga yang memadati sepanjang rute kirab menjadi bukti bahwa hubungan tersebut masih terjaga dengan baik. Momen ini bahkan kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat kehidupan taruna Akmil.

Kirab ini menjadi bagian dari rangkaian akhir pendidikan sebelum para taruna melangkah ke tahap berikutnya. Setelah meninggalkan Magelang, mereka dijadwalkan menuju Jakarta untuk mengikuti upacara penutupan pendidikan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI.

Dengan berakhirnya kirab, para taruna tidak hanya menutup masa pendidikan, tetapi juga meninggalkan jejak kebersamaan dengan masyarakat Kota Magelang yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|