8 Pekerjaan Terancam Digantikan AI hingga 2030, Ini Daftarnya

3 hours ago 2

8 Pekerjaan Terancam Digantikan AI hingga 2030, Ini Daftarnya

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi diprediksi akan mengubah besar-besaran peta dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan. Profesi yang bersifat rutin, berulang, dan mudah diprediksi menjadi kelompok paling rentan tergantikan oleh teknologi.

Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan akan hilang secara global hingga 2030. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga diproyeksikan menciptakan sekitar 170 juta pekerjaan baru. Artinya, perubahan ini bukan sekadar pengurangan tenaga kerja, tetapi transformasi kebutuhan keterampilan.

WEF juga mencatat sekitar 39% keterampilan inti pekerja akan berubah sebelum 2030. Kondisi ini menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensi (upskilling) dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan.

Mengutip berbagai sumber, setidaknya ada delapan pekerjaan yang diperkirakan paling terdampak oleh AI dan otomatisasi:

1. Petugas Entri Data

Pekerjaan ini menjadi yang paling cepat tergantikan karena AI kini mampu membaca dokumen, mengenali teks, hingga menginput data secara otomatis dengan akurasi tinggi. Kebutuhan tenaga manusia di bidang ini diprediksi terus menurun signifikan.

2. Telemarketer

AI memungkinkan perusahaan melakukan panggilan otomatis, menawarkan produk, hingga menjawab pertanyaan pelanggan tanpa operator manusia. Efisiensi biaya membuat profesi ini semakin tergerus.

3. Customer Service Dasar

Chatbot dan virtual assistant kini mampu melayani pelanggan 24 jam dengan respons instan. Meski begitu, peran manusia masih dibutuhkan untuk menangani kasus kompleks yang membutuhkan empati.

4. Software Tester Manual

Pengujian perangkat lunak kini banyak dilakukan oleh sistem otomatis berbasis AI yang mampu menjalankan ribuan skenario sekaligus, lebih cepat dibandingkan metode manual.

5. Staf Administrasi dan Pendukung Hukum

AI mulai digunakan untuk menyusun dokumen, mengelola arsip, hingga meninjau kontrak sederhana. Namun, analisis hukum tetap membutuhkan keahlian manusia.

6. Agen Penjualan Outbound

Pendekatan awal ke pelanggan kini bisa dilakukan AI melalui telepon atau platform digital. Meski demikian, negosiasi dan relasi jangka panjang tetap membutuhkan sentuhan manusia.

7. Pekerja Restoran Cepat Saji

Mesin pemesanan mandiri dan robot dapur mulai menggantikan peran kasir dan staf dapur. Otomatisasi ini membuat operasional menjadi lebih efisien.

8. Sopir dan Pengemudi

Perkembangan kendaraan otonom dan teknologi pengiriman berbasis drone berpotensi mengubah profesi ini. Namun, transisi diperkirakan berlangsung bertahap.

Adaptasi Jadi Kunci

Meski banyak pekerjaan terancam hilang, peluang baru justru terbuka lebar di bidang teknologi, data, dan kreativitas. Profesi seperti analis data, spesialis AI, hingga pekerjaan berbasis kreativitas diprediksi akan terus meningkat.

Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi menjadi keterampilan penting di era AI. Dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga fleksibel dalam menghadapi perubahan.

Transformasi ini menjadi sinyal bahwa manusia dan teknologi bukan untuk saling menggantikan sepenuhnya, melainkan untuk saling melengkapi dalam menciptakan produktivitas yang lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|