Ambil Peluang Saat Perang, Pemasok Senjata Baru AS Mengaku Salah

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga federal AS untuk berhenti menggunakan tool AI buatan Anthropic. Keputusan ini merupakan buntut dari sikap tegas CEO Anthropic, Dario Amodei, yang meminta agar Claude AI buatannya tidak digunakan militer AS untuk mengembangkan senjata otonom atau memata-matai warga AS.

Trump marah besar dan menyebut Anthropic sebagai perusahaan radikal kiri 'woke' yang membahayakan keamanan nasional dan nyawa warga AS. Bahkan, pemerintah AS langsung memasukkan Anthorpic ke daftar "risiko rantai pasok".

Sebagai catatan, kemarahan Trump ini diungkap pada Jumat (27/2), sesaat menjelang serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2). Kendati demikian, WSJ melaporkan bahwa dalam perang melawan Iran, militer AS masih menggunakan Claude AI untuk kepentingan intelijen, membantu pemilihan target, serta menjalankan simulasi pertempuran di medan perang.

Tak berselang lama, CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan perusahaannya resmi meneken kesepakatan dengan pemerintahan Trump sebagai pemasok tool AI baru untuk kebutuhan militer AS. Artinya, OpenAI menjadi pengganti Anthropic yang selama ini mendapat kontrak jumbo tool AI untuk militer AS.

Masyarakat langsung merespons tajam keputusan Altman. Banyak pengguna ChatGPT, layanan chatbot buatan OpenAI, yang dilaporkan menghapus aplikasi. Mereka beramai-ramai beralih menggunakan aplikasi Claude.

Claude buatan Anthropic tiba-tiba melesat ke posisi nomor satu di toko aplikasi Apple wilayah AS pada Sabtu (28/2). Peringkat itu cukup mengagetkan mengingat sebulan sebelumnya, Claude masih berada di posisi 131 pada (30/1).

Saat reputasinya tertekan, Altman akhirnya buka suara dan mengaku salah. Pada Senin (2/3), Altman mengakui bahwa perusahaan seharusnya tidak terburu-buru meneken kerja sama dengan Kementerian Pertahanan/Perang AS (DoW).


Altman juga mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa revisi untuk meneken kesepakatan baru dengan DoW. Dalam memo yang dibagikan ke X, Altman mengatakan OpenAI akan mengubah kontrak dengan DoW, menambahkan bahasa-bahasa lebih jelas untuk menegaskan prinsip dan nilai perusahaan.

Revisi itu dikatakan akan mengklarifikasi bahwa sistem AI perusahaan tidak akan digunakan secara sengaja untuk memata-matai warga AS.

Memo tersebut menambahkan bahwa "DoW memahami batasan untuk melarang pelacakan, pengawasan, atau pemantauan yang disengaja terhadap warga negara AS, termasuk melalui pengadaan atau penggunaan informasi pribadi atau informasi yang dapat diidentifikasi yang diperoleh secara komersial," tulis Altman.

Altman juga menambahkan bahwa tool AI OpenAI tak akan digunakan lembaga-lembaga intelijen di bawah DoW, misalnya NSA.

"Ada banyak hal yang teknologi ini belum siap untuk menanganinya, dan banyak area yang belum kita pahami mengenai kompromi yang diperlukan untuk keselamatan," kata Altman, menambahkan bahwa perusahaan akan bekerja sama dengan Pentagon mengenai pengamanan teknis.

"Kami benar-benar berusaha meredakan situasi dan menghindari hasil yang jauh lebih buruk [dengan melakukan deal dengan DoW], tetapi menurut saya itu terlihat oportunistik dan ceroboh," katanya dalam unggahan di X.

Menanggapi gerakan hapus aplikasi ChatGPT yang memengaruhi bisnis OpenAI, Altman juga langsung mengungkapkan dukungan ke Claude yang dijegal pemerintahan Trump.

"Dalam percakapan saya selama akhir pekan, saya menegaskan kembali bahwa Anthropic tidak boleh ditetapkan sebagai [risiko rantai pasokan], dan bahwa kami berharap [Kementerian Pertahanan/Perang] menawarkan mereka persyaratan yang sama seperti yang telah kami sepakati," Altman menegaskan.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|