Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI dikabarkan menggandeng Qualcomm dan MediaTek untuk mengembangkan prosesor khusus smartphone berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kabar tersebut langsung mengguncang pasar. Saham Qualcomm melonjak 13% pada perdagangan prapasar setelah analis TF International Securities Ming-Chi Kuo mengungkap rencana tersebut.
Menurut Kuo, Qualcomm dan MediaTek akan menjadi mitra pengembangan bersama untuk ponsel AI yang tengah disiapkan oleh pembuat ChatGPT. Ia menyebut produksi massal perangkat itu berpotensi dimulai pada 2028.
Tak hanya itu, perusahaan China Luxshare disebut menjadi mitra eksklusif desain sistem sekaligus manufaktur perangkat tersebut.
Luxshare sendiri dikenal sebagai salah satu pemasok Apple, dan Kuo menilai keterlibatan perusahaan ini memperkuat sinyal proyek perangkat AI OpenAI semakin serius. Meski demikian, perusahaan-perusahaan terkait belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut.
Mengutip Reuters, OpenAI memang sudah lama ingin menghadirkan perangkat AI untuk konsumen. Pada Mei tahun lalu, perusahaan ini mengakuisisi startup io Products milik mantan desainer Apple Jony Ive senilai US$6,5 miliar. Langkah itu sekaligus menunjuk Ive untuk memimpin pengembangan perangkat baru tersebut.
Namun perangkat yang disiapkan itu belum tentu berbentuk ponsel tradisional. CEO OpenAI Sam Altman bahkan menyebutnya sebagai kategori baru.
Ia mengatakan kepada karyawan bahwa perangkat tersebut akan menjadi "perangkat inti ketiga" selain ponsel dan laptop, menurut laporan Wall Street Journal tahun lalu.
Jika OpenAI benar-benar meluncurkan smartphone, persaingan akan memanas. Perusahaan itu akan langsung berhadapan dengan Apple dan Samsung yang saat ini menguasai sekitar 40% pasar global ponsel pintar.
Langkah ini juga memperkuat indikasi bahwa smartphone masih akan menjadi pusat kehidupan digital di era AI. Apalagi Reuters sebelumnya melaporkan Amazon juga sedang menyiapkan dorongan baru untuk kembali masuk ke pasar ponsel.
Sementara itu, saham Apple justru turun 1,7% di tengah kabar tersebut. Perusahaan produsen iPhone itu juga baru menunjuk kepala perangkat keras lama John Ternus sebagai CEO pekan lalu, sebuah sinyal bahwa perangkat fisik tetap menjadi fokus utama sembari Apple mengejar pengembangan AI.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































