Sejumlah pemudik menunaikan shalat. Sunnah di Masjid Babussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (19/4/2023). Masjid dengan arsitektur bergaya timur tengah serta menawarkan pemandangan alam tersebut menjadi salah satu tempat favorit pemudik untuk beristirahat sekaligus beribadah sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Saat Musim mudik di bulan Ramadhan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman, banyak umat Islam menempuh perjalanan jauh dengan bus antarkota sehingga waktu sholat sering bertepatan dengan perjalanan di jalan.
Menurut KH Ahmad Sarwat, kewajiban sholat tetap dapat ditunaikan dengan berbagai cara termasuk di antaranya meminta sopir untuk berhenti sejenak di waktu Subuh untuk menunaikan shalat yang singkat.
Dalam buku Sholat di Kendaraan terbitan Rumah Fiqih, KH Ahmad Sarwat menerangkan bahwa urusan shalat ketika naik bus umum antar kota atau antar negara, sebenarnya tidak terlalu sulit.
Sebab pada dasarnya, bus antarkota itu adalah kendaraan yang selalu berhenti di terminal-terminal tertentu, atau di rest area tertentu. Sehingga pada dasarnya kita dapat memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk melakukan shalat fardhu.
Tapi yang lebih utama, lakukan shalat fardhu itu dengan dijamak dan diqashar. Selain lebih cepat, umumnya para ulama lebih mengutamakan jamak dan qashar ketika dalam perjalanan.
Biasanya di tempat-tempat pemberhentian yang resmi seperti restoran, terminal ataupun rest area, tersedia mushalla dan juga toilet.
Namun bila fasilitas itu tidak tersedia, tetap saja kita masih bisa melakukan shalat fardhu di sembarang tempat, asalkan bisa menghadap kiblat dengan benar, berdiri, rukuk dan sujud dengan sempurna.
Namun dalam kasus tertentu, seperti untuk shalat Subuh, seringkali bus antarkota itu tetap saja meluncur tanpa berhenti.
Sebenarnya yang harus dilakukan oleh sopir adalah berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada para penumpang dapat melaksanakan shalat Subuh.
Sebab berhenti sejenak barang 10 menit untuk sekedar melakukan shalat Subuh tentu tidak akan membuat perjalanan jadi terlambat. Kewajiban ini terutama tertumpu di pundak sang sopir.

5 hours ago
2














































