AS Tegaskan Kehadiran Militer di Indo-Pasifik, Soroti China

2 hours ago 4

AS Tegaskan Kehadiran Militer di Indo-Pasifik, Soroti China

Foto ilustrasi bendera Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, SINGAPURA—Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan komitmen Washington untuk mempertahankan kekuatan militernya di kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap modernisasi militer China dan perluasan aktivitas Beijing di kawasan.

Dalam forum keamanan internasional Shangri-La Dialogue di Singapura, Hegseth menilai sejumlah negara di Indo-Pasifik semakin mencermati perkembangan kekuatan militer China. Menurut dia, Amerika Serikat akan terus menjaga peran strategisnya di kawasan sekaligus memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Berbicara dalam forum yang diselenggarakan Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), Jumat (29/5/2026), Hegseth menyebut peningkatan kemampuan militer China menjadi salah satu tantangan utama dalam dinamika keamanan kawasan.

“Ketika kita melihat ke seluruh kawasan saat ini, ada kekhawatiran yang beralasan mengenai peningkatan militer China yang bersejarah dan perluasan aktivitas militernya di kawasan dan di luar kawasan,” katanya.

“Kita memiliki penilaian yang jernih tentang lingkungan keamanan tersebut,” tambahnya.

Hegseth juga menyinggung hubungan antara Washington dan Beijing di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Menurut dia, hubungan kedua negara saat ini berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Di bawah kepemimpinan Presiden (Donald) Trump, hubungan antara Amerika Serikat dan China lebih baik daripada yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.”

Ia mengatakan pemerintahan Trump berupaya membangun hubungan yang berlandaskan perdamaian, perdagangan yang adil, serta saling menghormati antara kedua negara.

“Presiden Trump dan pemerintahan ini berupaya mencapai perdamaian yang stabil, perdagangan yang adil, dan hubungan yang saling menghormati dengan China,” katanya lagi.

Meski demikian, Hegseth menegaskan AS tetap akan mempertahankan posisi strategisnya sebagai negara yang memiliki kepentingan langsung di kawasan Pasifik. Ia menekankan pentingnya kekuatan militer sebagai pendukung diplomasi dan stabilitas regional.

“Jangan salah paham, Amerika adalah negara Pasifik, dan kami bersikeras agar China menghormati posisi kami yang telah lama ada di kawasan ini, dan bukan hanya bersikeras tetapi juga mempertahankan kekuatan militer yang nyata untuk mendukungnya,” kata Hegseth.

Dalam paparannya, ia juga menjelaskan strategi pertahanan AS di Indo-Pasifik yang berfokus pada penguatan kemampuan militer dan kerja sama keamanan dengan negara-negara mitra.

“Kami akan memprioritaskan kemampuan mematikan, disiplin strategis, dan kerja sama yang profesional daripada retorika kosong dan pameran kekuatan.”

“Setiap calon lawan akan dipaksa untuk menilai kami berdasarkan kekuatan keras kami, kesiapan kolektif, dan tekad yang teguh,” tambahnya.

Menurut Hegseth, pendekatan pertahanan AS di kawasan Pasifik berpusat pada strategi pencegahan melalui penguatan posisi di sepanjang rantai pulau pertama dan peningkatan kemampuan pertahanan di Pasifik Barat.

Selain memperkuat kehadiran militer di kawasan Indo-Pasifik, pemerintah AS juga berencana meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional guna mendukung kebutuhan persenjataan dan kesiapan tempur jangka panjang.

“Amerika sedang menjalani mobilisasi manufaktur nasional bersejarah dari basis industri pertahanan kami. Kami akan memproduksi persenjataan terbaik di dunia dalam skala besar, dengan cepat, dan dengan harga yang wajar,” katanya.

Hegseth menambahkan Presiden Trump berencana meningkatkan anggaran pertahanan menjadi US$1,5 triliun atau sekitar Rp26.735 triliun pada tahun ini. Angka tersebut naik dibandingkan anggaran pertahanan tahun sebelumnya yang mencapai US$1 triliun atau sekitar Rp17.823 triliun.

Menurut dia, peningkatan belanja pertahanan tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kemampuan militer Amerika Serikat.

Di luar isu Indo-Pasifik, Hegseth juga menyinggung kebijakan Washington terhadap Iran.

“Kita masih memiliki kewajiban global untuk memastikan bahwa Iran tidak mendapatkan senjata nuklir. Kita fokus pada hal itu.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|