Prancis Vs Norwegia Jadi Panggung Duel Haaland dan Mbappe

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 11:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Laga pamungkas Grup I Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel dua penyerang paling produktif di turnamen sejauh ini. Norwegia menghadapi Prancis di Stadion Boston, Sabtu (27/6/2026) pukul 02.00 WIB, dalam pertandingan yang menentukan juara grup sekaligus mempertemukan Erling Haaland dan Kylian Mbappe.

Kedua tim sudah memastikan tiket ke babak 32 besar setelah meraih dua kemenangan beruntun pada fase grup. Namun, posisi puncak klasemen masih diperebutkan sehingga laga ini tetap memiliki arti penting bagi kedua negara.

Sorotan utama tertuju pada Haaland dan Mbappe yang sama-sama tampil tajam sejak awal turnamen. Keduanya telah mengoleksi empat gol dari dua pertandingan pertama, membuat persaingan menuju gelar top skor atau Sepatu Emas semakin menarik bahkan sebelum fase gugur dimulai.

Meski sama-sama dikenal sebagai mesin gol, karakter permainan keduanya berbeda. Mbappe mengandalkan kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan kreativitas dalam membangun serangan. Penyerang berusia 27 tahun itu tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga mampu menciptakan peluang bagi rekan setimnya.

Sementara itu, Haaland dikenal sebagai predator kotak penalti yang mengandalkan kekuatan fisik, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhir yang efisien. Ketajamannya bersama Norwegia membuatnya menjadi salah satu striker paling produktif di level internasional.

Secara statistik, catatan keduanya juga relatif berimbang. Mbappe telah mencetak 60 gol dari 100 pertandingan bersama Prancis, sedangkan Haaland mengoleksi 59 gol hanya dari 52 penampilan untuk Norwegia.

Meski demikian, pengalaman di panggung terbesar menjadi keunggulan Mbappe. Penyerang Prancis itu telah menjalani tiga edisi Piala Dunia dan pernah membawa Les Bleus meraih gelar juara pada 2018. Sebaliknya, turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi Piala Dunia pertama bagi Haaland.

Menjelang pertandingan, Haaland memilih meredam ekspektasi yang berkembang di sekitar timnya.

"Kami sudah lolos. Mungkin mereka akan mengalahkan kami dan kemudian menjuarai turnamen ini," kata Haaland kepada ESPN.

"Untuk lolos ke Piala Dunia setelah 28 tahun dan berhasil melewati fase grup tentu luar biasa. Tetapi untuk menjadi juara dunia? Kita harus realistis dan menikmati pencapaian ini."

Di kubu Prancis, persiapan tim sedikit terganggu setelah pelatih Didier Deschamps absen mendampingi tim karena ibundanya meninggal dunia. Posisi di pinggir lapangan sementara akan diisi asisten pelatih Guy Stephan, meski Deschamps tetap terlibat dalam pengambilan keputusan dari jarak jauh.

Absennya Deschamps diperkirakan tidak akan mengurangi tensi pertandingan. Selain memperebutkan status juara grup, laga ini juga menjadi ajang pembuktian dua penyerang yang selama beberapa tahun terakhir kerap disebut sebagai wajah baru sepak bola dunia.

Pertandingan Prancis melawan Norwegia diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik pada fase grup Piala Dunia 2026. Selain menentukan posisi akhir klasemen Grup I, hasil laga ini juga dapat memengaruhi persaingan perebutan gelar pencetak gol terbanyak turnamen.

Bagi para penggemar sepak bola, duel Haaland dan Mbappe menjadi kesempatan langka untuk melihat dua pemain terbaik generasi saat ini saling berhadapan di panggung Piala Dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|