Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 12:37 WIB

Timnas Mexico/Instagram: miseleccionmx
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Meksiko tampil sebagai salah satu kekuatan paling meyakinkan pada fase grup Piala Dunia 2026. Bermain di hadapan publik sendiri, El Tri berhasil menyapu bersih tiga pertandingan dan mengamankan sembilan poin penuh untuk melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup.
Prestasi tersebut menjadi catatan bersejarah bagi sepak bola Meksiko. Untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia, El Tri mampu memenangkan seluruh pertandingan fase grup secara beruntun.
Tiga kemenangan diraih dengan mengalahkan Afrika Selatan 2-0, Korea Selatan 1-0, dan Republik Ceko 3-0. Tak hanya sempurna dari sisi hasil, Meksiko juga menunjukkan pertahanan yang sangat solid dengan tidak kebobolan satu gol pun sepanjang fase grup.
Catatan itu menjadikan Meksiko sebagai tim pertama dari kawasan CONCACAF yang berhasil mengumpulkan sembilan poin sempurna pada fase grup Piala Dunia edisi 2026. Lebih istimewa lagi, mereka masuk dalam kelompok elit tim yang mampu menyapu bersih fase grup tanpa kebobolan.
Menurut data statistik yang dihimpun Mister Chip, Meksiko menjadi tuan rumah kedua dalam sejarah yang mencatatkan tiga kemenangan dan tiga clean sheet di fase grup setelah Italia pada Piala Dunia 1990.
Kala itu, Italia mengalahkan Austria, Amerika Serikat, dan Cekoslowakia tanpa kebobolan. Namun perjalanan Gli Azzurri berakhir di semifinal setelah kalah adu penalti dari Argentina.
Sejarah menunjukkan catatan sempurna di fase grup belum tentu berujung gelar juara. Sebelum Meksiko, hanya lima tim lain yang mampu menyelesaikan fase grup dengan tiga kemenangan dan nirbobol, yakni Belanda 1974, Brasil 1986, Italia 1990, Argentina 1998, dan Uruguay 2018.
Menariknya, tak satu pun dari tim tersebut berhasil mengangkat trofi juara dunia. Belanda kalah di final dari Jerman Barat pada 1974. Brasil tersingkir di perempat final pada 1986. Italia gagal di semifinal pada 1990. Argentina terhenti di perempat final pada 1998, sementara Uruguay juga tersingkir pada fase yang sama pada 2018.
Fakta tersebut membuat pencapaian Meksiko menghadirkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, mereka tampil sebagai salah satu tim terbaik turnamen. Di sisi lain, sejarah seolah memberi peringatan bahwa fase grup yang sempurna bukan jaminan menuju gelar juara.
Pertahanan Kokoh Jadi Modal Utama
Keberhasilan Meksiko tidak lepas dari performa impresif lini belakang mereka. Kiper veteran Guillermo Ochoa kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan tiga clean sheet beruntun pada usia 41 tahun.
Penampilan disiplin Johan Vásquez, César Montes, dan Edson Álvarez membuat pertahanan El Tri menjadi salah satu yang paling sulit ditembus sepanjang turnamen.
Di lini depan, Meksiko juga tampil efektif. Kombinasi Santiago Giménez, Hirving Lozano, dan Luis Romo mampu menghadirkan ancaman konstan bagi lawan sekaligus menghasilkan enam gol dalam tiga pertandingan.
Keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang produktif membuat Meksiko kini dipandang sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh di turnamen.
Menunggu Lawan di Babak 32 Besar
Sebagai juara Grup A, Meksiko akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C, E, F, H, atau I pada babak 32 besar.
Beberapa nama yang berpotensi menjadi lawan El Tri antara lain Skotlandia, Curacao, Swedia, hingga Senegal. Meski lawan belum dipastikan, Meksiko tetap dianggap lebih diunggulkan berkat performa konsisten yang mereka tunjukkan sejak awal turnamen.
Dukungan penuh publik tuan rumah juga menjadi keuntungan besar. Meksiko kini membawa harapan untuk mengakhiri penantian panjang tuan rumah yang mampu menjadi juara dunia, sesuatu yang terakhir kali dilakukan Prancis pada Piala Dunia 1998.
Perjalanan El Tri memang masih panjang. Namun dengan rekor sempurna, pertahanan kokoh, dan dukungan puluhan ribu suporter, Meksiko telah mengirim pesan kuat kepada seluruh pesaingnya: mereka tidak sekadar ingin menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga penantang serius gelar juara Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































