Korban Gempa Venezuela Jadi 235 Tewas, Lebih dari 4.300 Orang Terluka

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 11:32 WIB

Korban Gempa Venezuela Jadi 235 Tewas, Lebih dari 4.300 Orang Terluka

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah korban jiwa akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) terus meningkat. Hingga Kamis (25/6/2026) malam waktu setempat, pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 235 orang meninggal dunia dan lebih dari 4.300 lainnya mengalami luka-luka.

Data terbaru tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Venezuela, Carlos Alvarado, dalam siaran televisi pemerintah. Angka itu menunjukkan lonjakan signifikan dibanding laporan sebelumnya yang mencatat 188 korban tewas dan 1.520 korban luka.

Peningkatan jumlah korban terjadi seiring bertambahnya proses evakuasi dan pendataan di wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Banyak korban ditemukan setelah tim penyelamat berhasil menjangkau bangunan yang sebelumnya belum dapat diakses akibat tumpukan puing dan kerusakan infrastruktur.

Wilayah yang mengalami dampak terberat adalah negara bagian La Guaira di pesisir utara Venezuela. Kawasan yang berada tidak jauh dari ibu kota Caracas tersebut mengalami kerusakan luas, dengan sejumlah bangunan runtuh dan banyak warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.

"Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah memberikan bantuan kepada lebih dari 4.300 korban luka. Sebagian besar mengalami luka ringan, tetapi ada juga pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Banyak di antaranya memerlukan tindakan operasi," ujar Alvarado.

Ia juga mengungkapkan bahwa rumah sakit menerima ratusan korban dalam kondisi meninggal dunia atau tidak dapat diselamatkan saat tiba di fasilitas kesehatan.

"Sayangnya, kami telah menerima sekitar 235 pasien yang tiba tanpa tanda-tanda kehidupan atau meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan kami," kata Alvarado.

Sejak bencana terjadi, pemerintah Venezuela langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional. Lebih dari 5.000 tenaga kesehatan diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak, termasuk sekitar 1.200 dokter yang bertugas menangani korban luka dan pasien dalam kondisi kritis.

Tidak hanya rumah sakit pemerintah yang dilibatkan, fasilitas kesehatan swasta juga ikut mendukung penanganan darurat. Lebih dari 150 pasien saat ini menjalani perawatan di rumah sakit swasta, sementara korban dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Dua gempa besar mengguncang Venezuela dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada Rabu sore waktu setempat, disusul gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5 yang menjadi guncangan utama. Setelah itu, otoritas mencatat sedikitnya 30 gempa susulan yang semakin memperumit proses evakuasi.

Gempa berkekuatan 7,5 tersebut tercatat sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah modern Venezuela dan menjadi yang terbesar sejak gempa magnitudo 7,7 yang terjadi pada 29 Oktober 1900.

Dampak bencana tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman. Sejumlah rumah sakit mengalami kerusakan, jaringan transportasi terganggu, dan bandara utama negara itu terpaksa ditutup sementara karena kerusakan infrastruktur.

Di Caracas dan La Guaira, tim penyelamat masih bekerja tanpa henti untuk mencari korban yang kemungkinan masih hidup di bawah reruntuhan bangunan. Suara permintaan tolong dilaporkan masih terdengar dari beberapa lokasi yang belum sepenuhnya dievakuasi.

Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat nasional dan memobilisasi seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat proses penyelamatan. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang, memberikan layanan kesehatan bagi ribuan korban luka, serta memulihkan fasilitas vital yang rusak akibat bencana.

Dengan proses pencarian yang masih berlangsung dan banyak wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau, jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah dalam beberapa hari ke depan. Bencana ini kini menjadi salah satu tragedi alam paling mematikan dalam sejarah modern Venezuela.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|