Bahaya di Balik Koyo Pelangsing, Dokter Ingatkan Risiko Detak Jantung Cepat

14 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya menurunkan berat badan sering kali membawa kita pada berbagai tren media sosial yang menawarkan janji instan, termasuk penggunaan weight loss patches atau koyo pelangsing. Produk yang kerap disebut sebagai "stiker GLP-1" ini diklaim mampu meluruhkan lemak di area spesifik seperti perut, lengan, atau paha hanya dengan menempelkannya pada kulit.

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, para pakar medis justru menyuarakan keraguan besar terkait efektivitas dan keamanan produk yang kini menjamur di pasar daring tersebut. Spesialis pengobatan obesitas dan pendiri New York Weight Wellness Medicine, Dina Peralta-Reich, MD, menjelaskan bahwa produk ini mengandalkan sistem penyerapan zat transdermal untuk mem-bypass sistem pencernaan. Meski terdengar inovatif, Jorge Moreno, MD, spesialis dari Yale Medicine, memperingatkan bahwa koyo ini tidak mendapatkan regulasi dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

“Tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti apa yang terkandung dalam produk-produk ini,” ujarnya dikutip dari laman Women's Health pada Jumat (9/1/2026).

Ia mengatakan jika memang terbukti secara ilmiah, para dokter tentu sudah meresepkannya, namun hingga kini tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut. Beberapa bahan yang sering ditemukan dalam koyo ini antara lain berberine, ekstrak teh hijau, dan ekstrak jeruk pahit.

Walaupun beberapa penelitian menunjukkan bahan seperti berberine memiliki potensi membantu metabolisme, jumlah yang diserap melalui kulit dari sebuah stiker sangatlah kecil untuk memberikan dampak nyata. Dokter penurunan berat badan dari Philadelphia, Charlie Seltzer, mengatakan secara fisiologis, dosis yang sangat minim dan sporadis tersebut tidak mungkin mengubah persentase lemak tubuh secara signifikan.

“Sayangnya, tidak ada penelitian substansial yang menunjukkan bahwa bahan-bahan dalam koyo ini efektif atau memiliki manfaat, bahkan jika dikirim melalui aliran darah sekalipun,” ujar dr Seltzer.

Alih-alih mendapatkan tubuh langsing, pengguna justru berisiko mengalami efek samping yang nyata. Dokter Peralta-Reich menyebutkan potensi munculnya rasa mual, sakit kepala, detak jantung yang meningkat (takikardia), hingga iritasi kulit parah di lokasi penempelan. Label "alami" yang sering diusung pun tidak menjamin keamanan, karena produk yang tidak teregulasi bisa saja mengandung zat perangsang jantung yang berbahaya. Para ahli juga menegaskan bahwa lemak tubuh tidak bisa dihilangkan hanya pada satu titik spesifik hanya dengan menempelkan sesuatu di permukaan kulit area tersebut.

Para dokter tetap merekomendasikan metode konvensional yang telah teruji secara klinis sebagai jalan keluar terbaik. Penurunan berat badan yang sehat hanya bisa dicapai melalui kombinasi olahraga yang menyenangkan, pola makan tinggi serat dan protein, serta pemantauan medis profesional jika diperlukan. Mengandalkan koyo pelangsing bukan hanya membuang biaya, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|