Bahlil: Indonesia Ditargetkan Hanya Impor Minyak Mentah

3 weeks ago 16

PT Polytama Propindo (Polytama) mengandalkan pasokan propylene dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan untuk memproduksi polypropylene bernilai tambah bagi industri dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan target Indonesia ke depan hanya mengimpor minyak mentah (crude), sementara seluruh produk turunannya diproduksi di dalam negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari desain besar ketahanan dan kedaulatan energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan, strategi tersebut ditempuh melalui peningkatan lifting minyak, penguatan kapasitas kilang, program campuran bahan bakar nabati, serta percepatan hilirisasi migas. Pemerintah ingin menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap.

“Maka yang akan kita lakukan, di samping menaikkan lifting, kita dorong etanol E20 pada 2028. Dengan demikian impor kita akan berkurang. Semua desain besar ini kita arahkan agar ke depan kita hanya impor crude. Barang jadi semuanya diproduksi di dalam negeri, termasuk avtur,” kata Menteri ESDM di Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2025).

Ia memaparkan konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun. Produksi dalam negeri baru sekitar 14 juta kiloliter sehingga impor masih berada di kisaran 25 juta kiloliter. Menurut Bahlil, tanpa terobosan kebijakan, ketergantungan tersebut sulit ditekan. Program etanol E20 pada 2028 disiapkan untuk mengurangi impor bensin sekaligus memperkuat bauran energi domestik.

Untuk avtur, pemerintah menargetkan penghentian impor mulai 2026. Produksi dalam negeri akan diperkuat melalui optimalisasi kilang dan peningkatan kapasitas infrastruktur penyimpanan. “Avtur akan kita dorong 2026 tidak lagi impor. Termasuk bensin RON 92, 95, dan 98,” ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|