Bali tingkatkan kewaspadaan super flu hingga tingkat puskesmas.
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Provinsi Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus Super Flu atau influenza A (H3N2) hingga ke tingkat puskesmas. Langkah ini diambil meskipun belum ditemukan kasus penularan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menyatakan bahwa Bali saat ini masih dalam kondisi aman. Namun, kewaspadaan tetap dilakukan dengan merapatkan barisan di tingkat kabupaten/kota.
Raka Susanti menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan melalui sistem kewaspadaan dini respons (SKDR). Jika terdapat laporan peningkatan kasus influenza, dinas kesehatan akan melakukan verifikasi, penyelidikan epidemiologi, dan jika perlu, uji laboratorium.
Bali, sebagai daerah pariwisata yang banyak dikunjungi, diakui rawan terhadap penularan Super Flu. Meski jalur penularan tidak dapat dipastikan, influenza tipe A dapat menyebar cepat melalui droplet udara.
"Kami bekerja sama dengan Balai Badan Karantina Kesehatan (BBKK) di pintu masuk untuk memeriksa suhu tubuh, salah satu gejala awal Super Flu," ujar Raka Susanti.
Dinkes Bali mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi yang merasa sakit atau memiliki keluhan flu.
Fasilitas kesehatan di Bali, termasuk 120 puskesmas dan berbagai rumah sakit, diklaim siap menghadapi Super Flu. Hal ini berkat pengalaman dan peralatan yang tersedia setelah pandemi COVID-19.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

12 hours ago
3
















































