Kepadatan lalu lintas di Jalan Stiabudi, Kota Bandung, arah Lembang, Ahad (28/12/2025). Tingginya pengunjung saat musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandung, membuat jalan khususnya menuju lokasi wisata padat dan macet.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku tengah membahas bersama pemerintah pusat dan Bappenas terkait pembangunan flyover di Kota Bandung lebih banyak. Khususnya yang berada di tanah sebidang rel kereta api.
"Kita butuh delapan lagi (jalan layang)," ucap dia di Masjid Cipaganti, Jumat (23/1/2026).
Ia menuturkan pihaknya juga tengah membahas perbaikan saluran air dan drainase serta resapan tanah di Kota Bandung. Tahun 2026 ini, pihaknya akan merancang agar penambahan ruang terbuka hijau terjadi.
"Tidak hanya secara fisik tapi juga secara kualitas karena dari hasil audit sementara menunjukkan bahwa ada beberapa RTH yang luasannya cukup tetapi ternyata tangannya lempung atau bawahnya batu," kata dia.
Akibatnya, ia mengatakan resapan air menjadi berkurang. Pihaknya sedang mencari lahan yang memproduksi oksigen tinggi dan resapan air tinggi.
Sebelumnya, ia mengatakan hasil survei yang menunjukan Kota Bandung termacet se-Indonesia tahun 2025 merupakan tantangan untuk diselesaikan. Ia menuturkan penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung belum tuntas.
"Untuk kita menunjukkan bahwa penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung ini masih memang belum tuntas," ucap dia di Masjid Cipaganti Kota Bandung.
Ia menuturkan langkah yang dilakukan untuk menurunkan angka kemacetan yaitu dengan memperbaiki semua infrastruktur jalan. Selanjutnya memperbaiki dan menyempurnakan sistem traffic lights.
"Kita sudah saatnya mengaplikasikan teknologi AI untuk pengaturan dari traffic lights di seluruh Kota Bandung," kata dia.

1 month ago
18
















































