Bangkitnya Raja Chip Dunia Setelah Puluhan Tahun Ditendang Amerika

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang bersiap menghidupkan kembali kejayaan industri chip lokal mereka. Pemerintah Jepang menargetkan penjualan semikonduktor buatan domestik melonjak lima kali lipat pada 2040, memanfaatkan ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam strategi investasi pertumbuhan yang digagas Perdana Menteri Sanae Takaichi, pemerintah menargetkan penjualan chip Jepang mencapai 40 triliun yen per tahun pada 2040. Angka ini melonjak tajam dari sekitar 8 triliun yen saat ini.

Target tersebut juga memperpanjang sasaran sebelumnya, yakni 15 triliun yen pada 2030, sebagai bagian dari ambisi Jepang mengejar dominasi kembali di industri semikonduktor global.

Mengutip Reuters, pemerintah Jepang menilai chip sebagai sektor strategis bagi keamanan ekonomi, sehingga akan mendapat dorongan investasi publik lebih besar. Peta jalan pengembangan industri ini sedang disusun dan akan dimasukkan dalam perencanaan anggaran negara tahun depan.

Kejayaan Chip Jepang Runtuh Dihantam AS

Langkah ini juga menjadi cara Jepang mengejar ketertinggalan setelah sempat tersingkir dari peta persaingan. Pada 1980-an, Jepang pernah menjadi raja chip dunia dengan menguasai sekitar 50% pangsa pasar.

Namun ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) serta melemahnya industri elektronik domestik membuat dominasinya runtuh pada dekade berikutnya. Saat ini Jepang 'hanya' menguasai kurang dari 10% pangsa pasar chip global.

Dengan perkembangan AI yang kini mendorong pertumbuhan pesat dalam desain dan produksi chip canggih, pemerintah menilai Jepang harus memposisikan diri untuk merebut peluang ekspansi tersebut.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|