Banjir Manado Rendam 468 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

2 hours ago 2

Banjir Manado Rendam 468 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, MANADO—Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara, memaksa ratusan warga mengungsi setelah luapan saluran air merendam ratusan rumah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 747 jiwa harus meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Selain menyebabkan pengungsian, banjir Manado juga berdampak pada sedikitnya 968 warga yang tersebar di sejumlah kecamatan. Genangan terjadi setelah tingginya intensitas hujan membuat saluran air tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan secara keseluruhan terdapat 314 kepala keluarga atau 968 jiwa yang terdampak akibat banjir tersebut.

"Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

BNPB melaporkan banjir yang menggenangi kawasan permukiman di bagian hilir Kota Manado mengakibatkan sedikitnya 468 rumah warga terendam. Ketinggian air dilaporkan bervariasi di setiap lokasi terdampak.

Wilayah yang terdampak banjir tersebar di lima kelurahan yang berada dalam empat kecamatan berbeda. Sebaran genangan menunjukkan luasnya dampak banjir terhadap kawasan permukiman penduduk di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut.

Kelurahan yang terdampak meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala, Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, serta Kelurahan Komo dan Kelurahan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.

Meski demikian, kondisi banjir di sejumlah titik mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Jumat (29/5/2026) sore, genangan air dilaporkan berangsur surut sehingga sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing.

Kepulangan warga dilakukan secara bertahap untuk membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur maupun material yang terbawa arus banjir. Aktivitas pembersihan menjadi fokus utama masyarakat setelah air mulai surut dari kawasan permukiman.

BNPB memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi perhatian selama masa penanganan darurat berlangsung.

Petugas gabungan di lapangan telah menyiapkan dukungan logistik serta fasilitas penampungan sementara bagi warga yang masih mengungsi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas banjir tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung di wilayah terdampak banjir Manado.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|