Bantu Pulihkan Pesantren hingga Masjid di Aceh Sumatera, NU Care-Lazisnu Gandeng Paragon

5 hours ago 5

Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-Lazisnu PBNU, Anik Rifqoh menyerahkan secara simbolis bantuan untuk warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG— Bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh dan Sumatera melalui program pemulihan sarana pendidikan dan ibadah terus diupayakan. 

Salah satu upaya tersebut datang dari NU Care-Lazisnu PBNU yang bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation (Paragon Corp) menyalurkan bantuan. untuk warga terdampak. 

Penyaluran bantuan dilaksanakan sejak Mei hingga 1 Agustus 2026 di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya memulihkan kembali aktivitas belajar dan ibadah pascabencana.

Wakil Direktur Fundraising, Humas dan IT NU Care-Lazisnu PBNU, Anik Rifqoh menuturkan bahwa program tersebut terlaksana melalui kerja sama strategis antara NU Care-Lazisnu dan Paragon Corp.

“Program bantuan kemanusiaan ini diprioritaskan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh dan Sumatera. Penyaluran bantuan juga telah dimulai sejak bulan Ramadhan 2026 dengan pendistribusian paket sembako,” jelas Anik, Sabtu (1/08/2026).

Dia memaparkan program tersebut menyasar lembaga pendidikan Islam seperti dayah atau pesantren dan rumah ibadah masjid dan mushola yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, bantuan Madrasah Bangkit berupa renovasi disalurkan kepada Dayah Asy Syafiiyah Al Aziziyah dan MTsN 1 Aceh Tamiang.

Selain itu, bantuan peralatan sekolah diberikan kepada MIN 2 Aceh Tamiang dan MIN 7 Aceh Tamiang untuk mendukung keberlangsungan pendidikan para santri dan siswa.

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, program Masjid Bangkit diwujudkan melalui renovasi masjid dan penyaluran perlengkapan paket ibadah di Dayah Darul Aman.

Lalu, penyaluran perlengkapan ibadah diberikan kepada Dayah Ashabul Yamin guna membantu kebutuhan para santri dalam menjalankan aktivitas keagamaan sehari-hari.

Pengurus Lazisnu PBNU, Muhammad Iqbal Luthfi menyampaikan bahwa kepedulian terhadap dayah atau pesantren merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keberlangsungan pendidikan Islam.

“Dayah bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan juga pusat pembinaan akhlak dan lahirnya kader-kader ulama. Ketika dayah terdampak bencana, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membantu agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dia menambahkan, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan amanah para donatur yang dipercayakan kepada NU Care-Lazisnu PBNU untuk disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|