UBSI yang menyediakan program studi teknologi terakreditasi Unggul dan berfokus pada praktik serta kesiapan kerja.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terjadi di sejumlah perusahaan rintisan digital dalam beberapa waktu terakhir ini. Sejumlah startup merampingkan tim operasional, memangkas divisi non-strategis, hingga mengubah struktur organisasi demi menekan biaya dan menjaga bisnisnya tetap tumbuh.
Namun di saat yang sama, ada hal menarik. Pengurangan karyawan justru dibarengi pembukaan rekrutmen baru di bidang teknologi. Fenomena ini menunjukkan satu pesan jelas, “bukan sekadar pengurangan tenaga kerja, melainkan pergeseran kebutuhan keterampilan”.
Dunia Kerja Sedang Berubah
Industri digital kini tidak lagi hanya mengandalkan ekspansi tim besar. Perusahaan mulai fokus pada efisiensi dan otomatisasi. Banyak pekerjaan administratif, operasional, hingga layanan dasar digantikan oleh sistem berbasis teknologi.
Sebaliknya, talenta yang mampu membangun sistem tersebut justru makin dicari. Mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), analisis data, rekayasa perangkat lunak, hingga pengembangan produk digital. Perusahaan teknologi membutuhkan orang yang bisa menciptakan solusi, bukan hanya menjalankan proses.
Kenapa Bidang Teknologi Jadi Prioritas?
Saat ini hampir semua layanan sudah berbasis aplikasi. Pemesanan tiket, belanja, transportasi, pembayaran, hingga layanan pelanggan berjalan lewat sistem digital. Di baliknya ada tim engineer, data scientist, dan product developer yang mengatur semuanya.
Mereka merancang algoritma rekomendasi, membaca perilaku pengguna, mengelola jutaan data, sampai memastikan aplikasi tetap cepat dan aman. Peran-peran inilah yang dinilai paling strategis untuk masa depan bisnis. Karena itu, meski ada efisiensi karyawan, rekrutmen di bidang teknologi justru terus dibuka.

3 weeks ago
22

















































