Bedah Buku Dorong Regenerasi Petani

2 hours ago 5

Bedah Buku Dorong Regenerasi Petani

Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik bersama narasumber berfoto seusai bedah buku Budidaya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super di Balai Padukuhan Benjono, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Rabu (24/6)./ Harian Jogja-David Kurniawan


Regenerasi petani menjadi tantangan yang semakin nyata di Kabupaten Gunungkidul. Banyak pelaku usaha tani telah berusia lanjut sehingga keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa depan.

Kondisi tersebut mengemuka dalam bedah buku Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super yang digelar di Balai Padukuhan Benjono, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Rabu (24/6).

Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik menilai sektor pertanian masih memiliki prospek besar untuk digeluti generasi muda, terlebih dengan dukungan teknologi yang membuat proses produksi semakin efisien.

“Banyak petani yang sudah tua-tua sehingga butuh regenerasi. Makanya dengan bedah buku ini, anak-anak muda mau dan tertarik untuk bertani,” kata Gus Im, sapaan akrabnya.

Menurut dia, petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, regenerasi perlu terus didorong agar sektor pertanian tidak mengalami krisis pelaku usaha pada masa mendatang. “Banyak alat mesin pertanian yang diciptakan untuk memudahkan dalam proses pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman hingga pemanenan,” katanya.

Selain mekanisasi, inovasi juga berkembang dalam metode penanaman. Salah satunya melalui teknologi Patbo Super yang dinilai sesuai diterapkan di Gunungkidul yang didominasi lahan tadah hujan.

“Metode ini lebih hemat air dan pupuk yang dipergunakan sedikit sehingga dapat menekan biaya produksi,” katanya.

Menurut dia, efisiensi penggunaan air dan pupuk tidak mengurangi hasil panen. Sebaliknya, produktivitas tanaman dapat meningkat sehingga teknologi tersebut layak diterapkan secara lebih luas. “Teknologi Patbo Super bisa diterapkan dan mudah-mudahan ini bisa membuat anak-anak muda tertarik menjadi petani,” katanya.

Narasumber bedah buku, Hari Haryadi, menjelaskan Patbo Super merupakan metode peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman di lahan tadah hujan melalui budi daya padi berbasis bahan organik dan manajemen air. “Sudah ada hasilnya dan ini bisa diterapkan oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.

Menurut Hari, penerapan teknologi tersebut mencakup pemilihan varietas unggul, pengelolaan air, penggunaan bahan organik dan pupuk hayati, hingga pengendalian gulma. “Yang tak kalah penting adalah pengendalian gulma dan penggunaan alat mesin pertanian untuk memudahkan dalam penanaman maupun pemeliharaan hingga panen,” katanya.

Selain memperkenalkan inovasi pertanian, kegiatan bedah buku juga diarahkan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.
Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Muhammad Hadi Pranoto mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan DPRD DIY untuk meningkatkan minat dan daya baca masyarakat.

Ia menjelaskan Pemerintah Pusat kini menggunakan indikator baru dalam mengukur tingkat kegemaran membaca yang menunjukkan tingkat membaca masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Gus Im menambahkan kegiatan bedah buku diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong masyarakat menghasilkan karya dari pengetahuan yang diperoleh. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|