Sejumlah pekerja menyortir biji kopi organik jenis arabika secara tradisional saat persiapan untuk ekspor ke Amerika di Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi), Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (19/9/2022).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tengah pada 26 November 2025 merusak 12.638 hektare kebun kopi. Kerusakan ini memukul sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dataran tinggi Gayo.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah Mustafa Kamal mengatakan, dampak bencana tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga menghantam lahan pertanian.
“Banjir tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik serta merengut korban jiwa, tapi juga berdampak pada sektor pertanian,” kata Mustafa di Banda Aceh, Ahad (11/1/2026).
Mustafa menjelaskan, berdasarkan data sementara, lahan perkebunan kopi arabika yang rusak mencapai lebih dari 12 ribu hektare. Kopi arabika merupakan komoditas unggulan Aceh Tengah yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
“Kami terus melakukan verifikasi terhadap data kerusakan sehingga khususnya sektor pertanian agar nantinya mendapat penangan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Data BPBD Aceh Tengah hingga 9 Desember mencatat sebanyak 234.710 jiwa terdampak bencana di 14 kecamatan dan 295 kampung. Sebanyak 6.752 jiwa mengungsi yang tersebar di 54 titik.
Bencana tersebut juga menyebabkan 24 orang meninggal dunia, empat orang hilang, serta 4.221 unit rumah mengalami kerusakan.
sumber : Antara

1 month ago
23

















































