Pelatih Persebaya nilai pemainnya kurang tenang.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Persebaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-1 pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai para pemainnya bermain kurang tenang di babak pertama sehingga mempengaruhi hasil akhir pertandingan.
Bhayangkara mampu memaksimalkan dua peluang menjadi gol meski hanya memiliki dua tembakan ke gawang pada babak pertama. Gol tersebut berasal dari skema bola mati dan transisi cepat. Tavares mengungkapkan bahwa meskipun Persebaya menciptakan peluang, penyelesaian akhir yang tidak efektif menjadi kendala utama, termasuk peluang yang dimiliki Rivera dan Bruno.
Pelatih asal Portugal tersebut juga menyoroti dominasi Bhayangkara di lini tengah serta ketidakmampuan pemain Persebaya memenangkan bola-bola kedua di area depan. Meskipun demikian, Tavares mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang tampil lebih agresif di babak kedua dan berhasil mencetak satu gol.
Untuk mengejar ketertinggalan, Tavares memasukkan pemain muda dan menempatkan bek tengah sebagai penyerang pada menit-menit akhir. Ia juga menyebut pertandingan yang sering terhenti akibat lawan mengulur waktu, namun menegaskan bahwa kekalahan bukan disebabkan keputusan wasit, melainkan efektivitas Bhayangkara dalam mencetak gol.
Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, menyampaikan permintaan maaf kepada suporter Bonek Bonita atas hasil yang tidak memuaskan meski tim telah berusaha mengikuti arahan pelatih.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 weeks ago
19

















































