Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan resmi mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi transportasi online.
Pengumuman dilakukan didampingi oleh petinggi dari platform aplikasi transportasi online yaitu Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive.
Menyambut kebijakan tersebut, dua perusahaan ride-hailing, GoTo (Gojek) dan Grab Indonesia memastikan kenaikan signifikan nilai dan anggaran BHR tahun ini.
Baik Gojek maupun Grab sama-sama menggandakan alokasi anggaran BHR menjadi Rp 100-110 miliar pada 2026, atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Besaran BHR Gojek
Dari sisi Gojek, BHR akan diberikan kepada sekitar 400 ribu mitra pengemudi di platformnya. Tahun ini, terjadi lonjakan signifikan pada kategori nominal terendah.
Untuk pengemudi roda dua, nilai BHR terendah naik dari Rp50 ribu tahun lalu menjadi Rp150 ribu. Sementara pengemudi roda empat memperoleh minimal Rp200 ribu.
Secara keseluruhan, kisaran BHR Gojek adalah:
- Roda dua: Rp150 ribu hingga Rp900 ribu
- Roda empat: Rp200 ribu hingga Rp1,6 juta
Untuk penyaluran, akan dilakukan pada 4-6 Maret 2026 melalui saldo GoPay Mitra.
Dalam menetapkan besaran BHR, Gojek menerapkan prinsip berimbang berdasarkan kategori atau level mitra di aplikasi Gojek Driver.
Penilaian mengacu pada tingkat penggunaan platform sebagai sumber pendapatan utama atau tambahan yang dihitung dari jam online, serta kualitas layanan yang diukur melalui tingkat penerimaan dan penyelesaian order.
Skema penerima dibagi menjadi tiga kelompok:
Mitra Juara
Mitra yang menjadikan Gojek sebagai sumber pendapatan utama dengan produktivitas tinggi dan kualitas layanan baik. Kategori ini terbagi dalam enam level berdasarkan frekuensi menjadi Mitra Juara dalam 12 bulan terakhir (1-12 kali).
Mitra Andalan
Mitra dengan produktivitas sedang yang menjadikan platform sebagai sumber pendapatan tambahan. Dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan frekuensi capaian dalam setahun.
Mitra Harapan
Mitra dengan produktivitas lebih rendah atau tingkat penyelesaian order yang cukup, termasuk yang minimal pernah menjadi Mitra Juara atau Mitra Andalan satu kali dalam 12 bulan terakhir.
Gojek menegaskan skema ini dirancang agar penyaluran BHR berlangsung transparan dan akuntabel sesuai masing-masing mitra.
Besaran BHR Grab
Sementara itu, Grab Indonesia juga menggandakan anggaran BHR menjadi Rp100-110 miliar pada 2026.
Program BHR Grab dibagi ke dalam tujuh kategori untuk mitra GrabBike (roda dua) dan GrabCar (roda empat). Struktur kategori disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra selama periode penilaian.
Untuk kategori tertinggi, mitra GrabBike berpeluang menerima hingga Rp850.000, sedangkan mitra GrabCar bisa memperoleh hingga Rp1.600.000.
Sedangkan pada kategori nominal terendah, nilainya naik signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar.
Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri, dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Grab menyebut lebih dari 400.000 mitra pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi akan menerima BHR tahun ini.
Berdasarkan data internal Grab, per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra terdaftar, rata-rata mitra yang menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar 700.000 hingga 800.000 pengemudi.
Angka ini mencerminkan mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut dan bersifat dinamis sesuai tingkat partisipasi masing-masing individu.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































