Point guard Pelita Jaya Andakara Prastawa membawa bola.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2/2026). Meski memasuki bulan suci, sejumlah agenda olahraga nasional tetap bergulir. Salah satunya kompetisi bola basket tertinggi di Tanah Air Indonesian Basketball League (IBL).
Kapten Pelita Jaya Jakarta, Andakara Prastawa Dhyaksa, menegaskan tak ada kendala berarti bagi dirinya menjalani pertandingan di bulan puasa. Menurut dia, bermain sambil berpuasa bukanlah hal baru.
“Ya sama saja seperti sebelumnya. Sudah biasa juga,” ujar Prastawa kepada Republika.co.id, Rabu (18/2/2026).
Pemain yang akrab disapa Prastawa itu menjelaskan, tim tetap melakukan penyesuaian jadwal latihan selama Ramadhan.
“Latihannya berubah jadi sore sebelum berbuka biasanya,” kata point guard senior timnas basket Indonesia ini.
Terkait asupan nutrisi, Prastawa menekankan pentingnya makanan berprotein saat sahur agar kondisi tubuh tetap terjaga sepanjang hari. Makanan berprotein ini mendukungnya latihan maupun pertandingan malam hari.
“Sahur pasti yang berprotein dan itu cukup untuk (tenaga) seharian,” ujarnya.
Sementara untuk berbuka, ia memilih cara yang sederhana agar tidak terlalu kenyang sebelum bertanding. Mengingat laga IBL umumnya digelar pada malam hari selepas waktu berbuka, pengaturan pola makan menjadi kunci menjaga performa.
“Kalau berbuka biasa dengan kurma dan snack saja cukup,” kata dia.
Dengan pengalaman bertahun-tahun bermain di kompetisi profesional, Prastawa memastikan ibadah puasa bukan penghalang untuk tetap tampil maksimal di lapangan. Profesionalisme, disiplin menjaga kondisi, serta penyesuaian pola latihan dan makan menjadi kunci agar performa tetap terjaga sepanjang Ramadhan.

3 weeks ago
3

















































