Eks Wamenlu: Invasi Venezuela, AS Pakai 'Hukum Rimba', Dunia ke Arah Krisis Berbahaya

1 month ago 29

Presiden Donald Trump memantau operasi militer AS di Venezuela bersama Direktur CIA John Ratcliffe (kiri) di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, Sabtu, 3 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal mengecam aksi sepihak Presiden Donald Trump dalam penyerangan langsung militer ke Venezuela. Dino menilai penyerangan tersebut merupakan invansi. Penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro yang dilakukan militer Paman Sam sebagai praktik hukum rimba.

“Invansi militer dan penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah gantikan hukum internasional,” kata Dino yang juga mantan Dubes Indonesia untuk AS itu seperti dikutip dari akun media sosial miliknya, Ahad (4/1/2026).

Perbuatan yang dilakukan AS tersebut merupakan realisasi dari ‘premanisme’ global, jauh dari peradaban modern yang menjadikan hukum-hukum internasional sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap negara berdaulat.   “Negara yg kuat merasa berhak melakukan aksi ‘semau gue’ thdp negara lain,” ujar Dino.

Tindakan-tindakan AS dengan dasar ‘hukum-hukum rimba’ yang ’semau gue’ itu, menurut Dino menandakan transasi global ke arah krisis paling berbahaya. “Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order,” ujar Dino.

Pendiri sekaligus Ketua Foreign Polic Community of Indonesia itu mempertanyakan sikap komunitas-komunitas internasional dalam tindakan serampangan AS itu demi mencegah krisis keamanan global yang semakin berbahaya itu.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|