REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hadratusyeikh KH Hasyim Asyari dalam kitab Adab al-Alim wa al Mutaalim menuliskan ada sejumlah pelajaran yang sifatnya fardlu ain atau wajib dipelajari santri. Yaitu, empat jenis ilmu yang mencakup:
- Ilmu Tauhid
Santri harus mengetahui ilmu tauhid, ilmu yang membahas masalah ketuhanan, sehingga ia nanti akan berkeyakinan bahwa Allah SWT itu maujud mempunyai sifat qadim (kekal), yang akan selalu tetap ada sampai kapan pun serta bersih dari sifat-sifat kurang dan mempunyai sifat sempurna.
- Sifat-Sifat Allah
Santri harus mengetahui sifat-sifat Allah, bahwa Allah itu mempunya sifat-sifat dua puluh. Dalam hal ini santri cukup yang Maha Tinggi itu memiliki sifat kuasa (qudrat), berkehendak (iradat), sifat ilmu (al 'ilm), hidup (hayat), mendengar (sama'), melihat (bashar) dan berbicara (kalam). Pada perkembangannya seandainya santri bisa mengetahui dalil-dalil sifat Allah lebih dari apa yang dijelaskan oleh Alquran atau sunnah, maka hal itu lebih sempurna.
- Ilmu Fikih
Ilmu fikih untuk mengetahui dan mengantarkan kepada ketaatan kepada Allah, seperti halnya cara bersuci, sholat, dan puasa. Apabila santri itu memiliki harta berlimpah, maka ia harus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan harta tersebut. Ia tidak boleh mengamalkan suatu ilmu sebelum ia mengerti hukum-hukum Allah.
- Ilmu Tasawuf
Ilmu ini yaitu ilmu yang menjelaskan tentang berbagai keadaan, maqam, tingkatan, dan membahas rayuan dan tipu daya nafsu dan hal-hal yang berkaitan dengannya.
Menurut Kiai Hasyim Asyari, secara keseluruhan Imam Al Ghazali telah membahas hal di atas dalam kitab: Bidayat al Hidayah. Begitu juga Sayyid Abdullah bin Thahir dalam kitab Sullam at Taufiq.
Kiai Hasyim Asyari yang merupakan pendiri Pesantren Tebuireng dan pendiri Nahdlatul Ulama itu menuliskan, setelah mempelajari ilmu yang fardlu ain di atas, maka hendaknya santri melanjutkan dengan mempelajari ilmu yang berkaitan dengan kitab Allah. Sehingga, ia memiliki keyakinan dan itikad yang kuat.
Santri harus bersungguh-sungguh dalam memahami tafsir Alquran dan ilmu lainnya. Karena, Alquran merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi dan juga induk serta ilmu yang paling penting.
Setelah ini, hendaknya santri menghafalkan setiap materi, ringkasan (ikhtisar) yang dikumpulkan dari berbagai ilmu. Yakni, hadits, fikih, ushul fikih, nahwu, dan sharaf.

1 hour ago
2















































