REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Freedom Flotilla Coalition (FFC) mengumumkan sedang memulai kembalimisi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza. FFC menargetkan armada yang bergabung dalam misi tersebut dapat tiba di Gaza pada Oktober 2026 mendatang.
“Kami berlayar lagi karena Israel belum menghentikan genosidanya dan karena Palestina masih belum bebas," kata FFC dalam pernyataannya, dikutip laman Anadolu Agency, Sabtu (5/9/2026).
Menurut FFC, misi pelayaran sudah berlangsung dengan kapal koalisi Handala II telah mengunjungi pelabuhan di Norwegia, Swedia, dan Denmark selama Juni dan Juli. Kapal lainnya, Kate, bertolak dari kota Bristol, Inggris, pada Agustus dan kemudian berhenti di Irlandia, Jerman, serta Prancis.
Dalam misi terbarunya, armada FFC akan terlebih dulu singgah di pelabuhan-pelabuhan di negara Eropa. Tujuannya adalah untuk memobilisasi tekanan publik di seluruh Benua Biru.
Kapal koalisi Handala II dan Kate diperkirakan akan turut berlabuh di Spanyol, Portugal, dan Italia. Selanjutnya mereka bakal berupaya menembus blokade Israel dan tiba Gaza pada Oktober 2026..
FFC mengungkapkan, para peserta dalam misi tersebut terdiri dari pegiat hak asasi manusia, aktivis serikat pekerja, perwakilan terpilih, jurnalis, profesional medis, dan pendukung hak-hak Palestina lainnya. FFC mengatakan akan bekerja sama dengan komunitas lokal untuk menekan pemerintah agar memblokir pengiriman senjata dan energi ke Israel, termasuk mengakhiri kerja sama diplomatik dan militer dengan Tel Aviv serta memberlakukan sanksi.

2 weeks ago
42















































